Monthly Archives: Juni 2015

Bintang Terang Kacong


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

”Kalau sampai gagal mewawancarai Prof Warsono (rektor Unesa, Red), bulan depan kamu bebas tugas,” tegas saya kepada Syaiful ”Kacong” Rahman.

Beberapa waktu belakangan saya memang diminta membimbing Kacong sebagai penulis andal di masa mendatang. Ini bentuk kaderisasi, terutama karena Kacong saya persiapkan sebagai calon jurnalis di Jawa Pos Group.

Apabila dinilai lulus, ia akan disalurkan ke perusahaan penyalur TKI yang resmi, eh maaf keliru. Maksudnya, jika lulus, pemuda asal Sumenep tersebut akan dikirim ke koran Cenderawasih Post yang bermarkas di Jayapura, Papua. Atau bisa juga ke Ternate Post di Kepulauan Maluku.

Pengaderan penulis ini tidak main-main dan tidak sederhana. Walaupun terbiasa manjat pohon kelapa dan mengejar layangan putus di desa, Kacong belum lunyu dalam menulis berita. Kalau menulis esai dan opini, nilainya lumayan.

Begitu Kacong dan Uul Hasanah resmi masuk The Metels (onderbouw Griya Literasi), masa orientasi penulis itu pun dimulai. ”Seorang jurnalis yang baik tidak boleh menjulurkan lidah di hadapan narasumber saat wawancara,” terang saya. Larangan ini membuat Uul mundur teratur. Sebelumnya, Uul gagal menyelesaikan target menulis 20 artikel dalam satu jam. ”Plonconya sangat berat,” akunya.    Read the rest of this entry

Iklan

Melanjutkan Sukses ”Ayo Ngakak”


Tjatatan Must Prast

Salah seorang guru baru bertanya kepada saya tentang apa kelemahan Bapak Kasek kami. Saya jawab bahwa Pak Kasek itu pelit dan ndak mau pakai deodorant. ”Ehm, gitu ya? Dia papaku,” ujar guru anyar tersebut.

#semaput

(Ayo Ngakak, 2015)

******

Di luar dugaan, meskipun dijual secara ”ngecer”, buku Ayo Ngakak menuai histeria di kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama remaja putri. Buku yang dirilis pada awal 2015 tersebut mampu memberikan keuntungan luar biasa dari sisi finansial.

Buku ini merupakan kumpulan status serius saya di Facebook mulai 2010 hingga 2014. Dulu saya berpikir bahwa Facebook bisa saja bernasib seperti Friendster dan Multiply yang akhirnya tinggal nama. Maka, sebelum itu terjadi, saya mengumpulkan serpihan-serpihan status saya yang paling serius di Facebook untuk dihimpun menjadi sebuah buku.

Saat mendirikan komunitas Griya Literasi pada medio 2014, saya sudah berencana untuk membuat penerbitan sendiri. Sebab, saya punya target menerbitkan 12 buku pada tahun 2015. Alhamdulillah, sudah ada penerbit yang siap memublikasikan 12 naskah saya itu. Dijamin tidak ditolak karena penerbitnya milik saya sendiri, yakni Griya Literasi. Read the rest of this entry

Unesa sebagai Spektrum Literasi Indonesia


Oleh Eko Prasetyo

(Untuk laporan peluncuran buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa, 16 Juni 2015 di Surabaya)

Hadirnya buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa; Bekerja, Berkarya, Berprestasi patut disambut baik dan lega. Momentumnya pun sangat pas karena isu literasi saat ini tengah hangat berkembang di masyarakat. Iklim literasi juga coba dibangun di berbagai daerah dengan bermacam-macam kreativitas. Kota Surabaya tampil di depan dengan menggulirkan program kota literasi yang diluncurkan pada suasana Hari Pendidikan Nasional tahun 2014.

Di tengah momentum yang baik tersebut, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut mengambil peran sebagai pendorong pengembangan dan penguatan budaya literasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Gaung literasi itu diperkuat oleh komitmen tinggi Program PPG Unesa yang tampil sebagai salah satu pusaran penting roda literasi tersebut.

Sebagai contoh, Direktur PPPG Unesa Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd. memperlihatkan ketulusan dan perjuangannya dalam membangun budaya literasi di tingkat internal. Mulai medio 2014, ia mendirikan program kelas literasi bagi para anak didiknya atau mahasiswa PPPG Unesa sebagai salah satu program pilihan. Tidak cukup di situ, beberapa seminar literasi tingkat nasional dihelat di sana. Tercatat pada tahun yang sama PPPG Unesa dengan para pegiat literasi menandatangani komitmen bersama untuk ikut mendorong tumbuhnya budaya literasi. Tahun ini PPPG Unesa mewajibkan semua mahasiswa PPG dan PPGT untuk mengikuti kelas literasi. Read the rest of this entry

Kacong Menjadi Supervisor Kami


Tjatatan Must Prast

Idola Dasawisma

Bintangnya sedang terang. Itulah Kacong. Pembantu Rektor 1 Unesa Dr Yuni langsung menunjuk Kacong sebagai ketua panitia peluncuran buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa di auditorium Rektorat Unesa pada 16 Juni pagi. Padahal, banyak sosok mentereng macam Pak Khoiri (kepala Pusat Bahasa Unesa), Pak Ihsan (Sekjen IGI), Cak Basir (tokoh ulama Mulyosari), Om Roy (wartawan senior), dan ketua RT Graha Asri Sukodono.

Itu artinya kami semua akan berada di bawah komando Kacong. Betul, dia akan menjadi supervisor dalam hajatan akbar bidang 1 Unesa tersebut.

Saya lalu memimpin rapat terbatas di Griya Literasi terkait persiapan kegiatan itu. Kami sepakat bahwa Kacong itu nggemesno, namun tanggung jawabnya memegang komando acara rektorat dianggap belum layak. Ia terlalu polos. Bahkan, memakai sarung yang baik dan benar saja ia tidak tahu sehingga itunya kerap masup angin.

Di balik hal tersebut, saya mendukung penuh Kacong untuk menjalankan tugasnya. Ia adalah salah satu kader terbaik Griya Literasi yang lulus masa plonco dengan sempurna. Yakni, hafal doa setelah makan dan tulisannya menembus Koran Sindo. Read the rest of this entry