Monthly Archives: Maret 2014

Gara-gara Sugik


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Kehilangan konsentrasi itu memiliki risiko yang sangat tinggi. Bahkan, pada taraf tertentu, ketidakfokusan bisa merenggut nyawa. Misalnya, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan si pengendara kehilangan konsentrasi.

Contoh lainnya, pertengahan Maret lalu saya menyaksikan Stand Up Comedy 4 di Kompas TV. Waktu itu komika (stand up comedian) yang tereleminasi adalah Wendi asal Bandar Lampung. Wendi ini bukannya tidak lucu. Malah, dalam penampilan awalnya, pemuda yang merupakan komika kondang di Lampung itu mampu mengocok perut saya. Materinya segar dengan logat yang khas. Read the rest of this entry

Iklan

Tak Ada Kebangkitan tanpa Baca


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Rencana mudik ke Malang hari ini batal. Sebab, saya ingin memenuhi undangan Oki Aryono, pemred majalah Al Falah (YDSF) yang juga sohib satu almamater. Ia didapuk sebagai ketua Yayasan Bina Qolam Indonesia yang diinisasi oleh Abdul Kadir Baraja, pendiri Sekolah Al Hikmah Surabaya.

Pagi tadi Bina Qolam Indonesia melakukan soft launching Manajemen Penulis Indonesia (MPI). Ini semacam organisasi literasi yang berupaya mewadahi para penulis dan komunitas penulis muslim. Kantornya bertempat di Jalan Bengawan 2A, Surabaya, yang tak jauh dari rumah dinas gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL). Read the rest of this entry

Bukan Sekadar Seonggok Kertas Tebal dengan Huruf Bercetak


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Dengan setengah bergurau, saya berpesan kepada novelis Md. Aminudin untuk tidak terlalu produktif menulis novel. Harus ada jeda. Kami saat itu tengah berdiskusi tentang beberapa agenda literasi tahun ini. Perbincangan pun sampai pada rencana publikasi karya kami masing-masing.

Nasihat itu bukan karena saya tidak ingin ”berkompetisi” dalam hal menulis buku. Bukan. Kendati nadanya guyon, saya melihat sisi unik fiksi yang perkembangannya saat ini banyak didominasi selera pasar.

Dalam karya fiksi seperti novel, misalnya, alasan komersial untuk pemenuhan selera pembaca membuat penerbitan novel bak air bah. Tak terbendung. Hampir tiap bulan ketika silaturahmi ke toko buku, mudah saya jumpai novel-novel baru dengan berbagai genre. Read the rest of this entry

Terinspirasi Cerpen A Letter to God, Dibantu Marwah Daud


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Siang itu saya diajak berbincang sebentar oleh Dr Ismail Nachu, pengusaha yang kini menjabat ketua ICMI Jatim. Ia mengutarakan niatnya untuk menerbitkan buku praktis tentang dunia bisnis. Tentu saja isinya mengulas pengalamannya jatuh bangun membangun usaha hingga sukses seperti sekarang.

Saya bilang buku itu memang harus ada. Segera. Bukan tanpa alasan saya menegaskan hal tersebut. Beberapa tahun lalu saya pernah mengedit feature di halaman Metropolis Jawa Pos dan sosok yang diangkat adalah Ismail. Setelah membacanya, komentar saya waktu itu: ”Jangkrik, orang ini inspiratif banget!” Read the rest of this entry