Bob Sadino: Ambil Risiko!


Catatan @mustprasetyo

bukan siapa-siapa, tapi menulis siapa-siapa

Bob Sadino (Sumber: famoushine.blogspot.com)

Bob Sadino (Sumber: famoushine.blogspot.com)

Senin sore (18/2/2013) saya menyempatkan wawancara Metro TV dengan Bob Sadino. Di tengah kondisi badan yang drop dan meriang, saya terhibur dengan gaya bersahaja dari Om Bob, demikian ia biasa disapa.

Sebelumnya, Metro TV menampilkan data statistik tentang jumlah pengusaha di tanah air pada 2012. Yakni, wirausahawan di Indonesia baru 1,56 persen di antara 210 juta lebih penduduknya. Angka ini kalah jauh dengan jumlah pengusaha di Malaysia (5 persen) dan Singapura (7 persen).

Yang menarik, Bob Sadino mengkritik dogma yang selama ini dicetuskan di sebagian besar peguruan tinggi di Indonesia. ”Banyak kampus menyarankan para mahasiswanya untuk meminimalkan risiko. Ini sangat bodoh,” ujarnya dengan intonasi suara yang sedikit ditekan (Metro TV, 18/2).

Om Bob memang dikenal ceplas-ceplos dalam berbicara. Ia juga sosok yang nyentrik. Gayanya jauh dari kata formal. Ciri khasnya adalah selalu memakai celana pendek meski menghadiri acara resma sekalipun!

Namun, di situlah sisi menarik pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933, tersebut. Apa adanya. Saya mulai terpikat dengan motivasi-motivasi Om Bob lewat buku yang ditulis oleh Edy Zaques, yakni Mereka Bilang Saya Gila! (Kintamani, 2009).

Menurut saya, buku ini masuk kategori wajib baca, tidak hanya bagi mereka yang hendak menggeluti dunia usa maupun yang sudah jadi pengusaha, tapi juga masyarakat umum. Harga buku ini memang tergolong mahal, yakni Rp 125 ribu untuk versi hard cover dan Rp 80 ribu yang versi soft cover. Namun, percayalah, Anda tidak rugi membaca resep-resep ”gila” ala Om Bob.

Bos Kem Chicks ini benar-benar memulai suksesnya dari nol. Setelah depresi lantaran tekanan hidup, ia memulai usaha berjualan telur ayam broiler dari rumah ke rumah (door to door). Hingga kini ia memiliki usaha di bidang agrobisnis dan agroindustri. Ia orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik (sumber: Wikipedia). Total produksi sayur segar dan daging ayam dari perusahaannya mencapai beratus-ratus ton.

Nah, seperti dikutip dari Metro TV, Om Bob bilang bahwa paradigma risiko harus diminimalkan itu harus dibuang. Sebab, menurut dia, di balik risiko terdapat peluang dan kesempatan. Dia menegaskan, risiko harus diambil, bukan ditekan atau malah dihindari.

Namun, saya kira kutipan ini adalah yang paling menarik: ”Semakin tinggi risiko, semakin besar peluang yang ada.” Ada lagi yang saya suka dari Om Bob, yakni filosofi menjadi ”bodoh”. Dia bilang, orang ”bodoh” itu tak pandai berhitung sehingga bisa langsung memulai usahanya. Sementara orang pintar menghitung dengan njelimet sehingga tak pernah memulai usahanya. Intinya, kalau ingin sukses, jadilah ”bodoh”…!

Surabaya, 19 Februari 2013

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 18, 2013, in Entrepreneurship. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. bob sadino waktu itu diwawancarai dalam program apa di metro tv ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: