Monthly Archives: April 2015

Griya Literasi (11): Membaca sebagai Diet


Tjatatan Must Prast
Klub Baca Buku IGI

Hukum kebalikan selalu menyertai lelaki dan perempuan. Apabila kaum hawa merasa khawatir saat usianya semakin senja, tidak demikian halnya dengan kaum adam. Banyak ibu-ibu yang ”panik” ketika hukum alam berlaku pada usianya. Tak heran jika salon kecantikan mahal tak pernah sepi dari kunjungan ibu-ibu yang sebenarnya sudah macan (manis dan cantik) itu.
Perut bergelambir dua lipatan saja dianggap bahwa malaikat peniup sangkakala akan melaksanakan tugasnya. Berat badan baru naik dua kilogram saja rasanya tak rela suami pergi ke luar kota. Ibu-ibu yang akan dan sudah memasuki usia kepala empat bakal mudah sensitif. Apalagi menjelang umur kepala lima, tatkala potensi menjadi ginuk-ginuk tak bisa ditolak dan langsing sulit diraih.
Halo Mama….! Tolonglah pahami bahwa tidak semua suami berpikir akan berpaling hanya karena nyonya mereka bertambah sehat nan gemah ripah loh jinawi (baca: ginuk-ginuk). Setidaknya prinsip bahwa big is beautiful masih banyak dianut oleh bapak-bapak yang puritan. Read the rest of this entry

Iklan

Griya Literasi (10): Program Pustakawan Cilik


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Kami para pencinta buku di Sidoarjo terus terang agak kecewa dengan Bupati Saiful Ilah. Pasalnya, perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap dunia literasi untuk memajukan pendidikan di Kota Udang ini sangat rendah.

Kebetulan saya satu kelas dengan Bung Dika, humas Pemkab Sidoarjo, di Pascasarjana Unitomo. Saya sampaikan keluhan ini kepadanya. Nyaris sulit menyampaikan gagasan program-program pengembangan literasi ke pemda. Karena itulah, TBM Bait Kata yang merupakan salah satu TBM favorit di Sidoarjo serta TBM-TBM lainnya akhirnya jalan sendiri-sendiri. Minim dukungan pemerintah daerah.

Maka, upaya untuk mengejar Surabaya dengan program kota literasinya ibarat impian yang terus kami kejar. Ide-ide yang ngendon di kepala akhirnya saya lampiaskan ke nyonya. Dia adalah guru wali kelas yang juga diamanahi sebagai pembina jurnalistik di sekolahnya. Read the rest of this entry

Griya Literasi (9): Pemberani


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

”Buku –guru yang biasanya jujur itu– sering dapat diajak berunding sekalipun dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan kita.”

~ Pramoedya Ananta Toer, sastrawan (dalam buku Mereka yang Dilumpuhkan)

*****

Disadari atau tidak, republik ini tengah mengalami krisis para pemberani. Yakni, mereka yang berani menyuarakan kebenaran, ketidakadilan, dan ketamakan untuk membangun kondisi yang lebih baik.

Krisis inilah yang salah satunya menyebabkan rendahnya kesadaran sosial masyarakat kita. Misalnya, meskipun sudah tahu bahwa membuang sampah di sungai itu berisiko banjir, toh masih banyak warga yang melakukannya.

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, ”Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?” (Itu Hanya Badai dalam Segelas Kopi, wawancara Sintesa, 1995).

Jika dibalik, apakah maling berdasi yang menilap duit rakyat itu bisa dikatakan pemberani? Apakah guru yang membantu siswanya dalam ujian nasional demi meningkatkan reputasi sekolahnya bisa disebut pemberani? Apakah pelaku-pelaku di balik kecurangan ujian nasional itu adalah seorang pemberani? Read the rest of this entry

Griya Literasi (8): Presiden yang Tertukar


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

”Reading is one of the joys of life. And once you begin, you can’t stop and you’ve got so many stories to look forward to…”

~ Benedict Cumberbatch, aktor Inggris

******

Dalam lawatannya ke Amerika Serikat pada 1956, Presiden RI Soekarno sempat bersua artis seksi masa itu, Marilyn Monroe. Disebutkan bahwa Monroe kagum kepada Soekarno.

Bung Karno memang dikenal punya pesona yang kuat. Kolonel KKO Bambang Widjanarko, mantan ajudan Bung Karno, dalam buku biografinya juga menyebutkan kuatnya pesona sang presiden. Yang mungkin agak terdengar kurang ajar, Bambang mengatakan bahwa Bung Karno itu jagoan dalam hal perempuan. Tentu konteks yang dimaksud mengarah pada hal yang positif.

Selain memiliki pengetahuan yang luas dan pembaca buku-buku sastra dunia, Bung Karno disebut-sebut merupakan pria yang sangat sopan dan hangat kepada kaum hawa. Tak heran ketika melakukan lawatan ke Negeri Paman Sam, ia banyak mendapat pujian dari kalangan ibu-ibu, termasuk Marilyn Monroe. Dalam bukunya, Bambang Widjanarko mengutip salah satu celetukan seorang perempuan bule yang mengatakan, ”Your president is real gentlemen.” Read the rest of this entry