Monthly Archives: November 2013

Kasus Sitok Srengenge


Tjatatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Sebagai penggemar sastra, saya kaget dengan kasus yang menimpa kolega saya, Mas Sitok Srengenge. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran tudingan menghamili RW, 22, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya UI.

Berita itu sudah beredar luas di jejaring sosial dan media massa. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto membenarkan adanya laporan dari korban pada Jumat siang (29/11). RW saat ini masih didampingi Komnas Perempuan dan dosennya terkait kasus tersebut.

Jujur, saya masih tidak percaya. Namun, setelah membaca surat terbuka yang ditulis putri Mas Sitok yang juga penulis muda, Laire Siwi Mentari, di blog pribadinya saya rasanya langsung lemas. Read the rest of this entry

Kesadaran Literasi Bono


Catatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Bagaimana jika lagu nostalgia dinyanyikan oleh dua penyanyi hebat beda generasi? Jawabannya adalah ciamsor. Hal ini pernah dilakukan Bang Haji Rhoma dengan band rock Slank saat memainkan nomor Begadang. Di luar negeri, ada Julio Iglesias dan Paul Anka yang membawakan lagu hit legendaris My Way.

Michael Jackson juga pernah berduet dengan pentolan The Beatles Paul McCartney dalam The Girl is Mine. Rekayasa teknologi juga pernah membuat Natalie Cole bisa bernyanyi berdua dengan mendiang ayahnya, superstar jazz dunia Nat King Cole (wafat 1965), di klip video Unforgettable. Read the rest of this entry

Mahalnya Sehat


Tjatatan Must Prast

Klub Bloger IGI

Para dokter turun ke jalan dan mogok bekerja. Aksi ini dilakukan sebagai rasa solidaritas terhadap dr Ayu dan dua sejawatnya (satu dikabarkan masih buron) yang ditahan lantaran dakwaan malapraktik.

Aksi ini berdampak luar biasa. Layanan kesehatan di beberapa rumah sakit berbagai daerah lumpuh. Di RSUD dr Soetomo Surabaya, misalnya, pasien kecelakaan tidak bisa langsung ditangani karena demo dokter yang sedang berlangsung. Read the rest of this entry

Tampilan Buku Pena Alumni


Tjatatan Eko Prasetyo

CEO Must Nulislah Jangan Mbencekno pLizZ aQ mOhOnT

mockup depanSatu kutipan yang paling saya suka adalah ucapan Milan Kundera. Dia pernah lantang mengatakan bahwa jika ingin menghancurkan suatu bangsa, musnahkan buku-bukunya. Nah, kini barisan alumni Unesa bakal menambah kekuatan Unesa di kancah peradaban. Sebagian di antara mereka yang aktif di milis Keluarga Unesa menerbitkan buku Pena Alumni sebagai kado dies natalis almamater.

Tidak main-main, hanya dalam waktu seminggu, terjaring 24 tulisan dari 17 penulis. Kini buku tersebut dalam proses produksi (lay out dan pracetak).

Sinergi antar-alumnus memang menguntungkan. Bila bakat dan kemampuan yang berbeda-beda disatukan serta dipadukan dengan filosofi set set wet, hasilnya adalah ciamik soro. Itu terlihat jelas pada buku Pena Alumni ini. Read the rest of this entry