For the Love of Reading and Writing by Satria Darma

9 Februari 2012

Oleh Sriayu

http://pelawiselatan.blogspot.com

 

For the Love of Reading and Writing. Demikian judul buku yang ditulis oleh Bapak Satria Darma. Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia. Sebuah judul yang menyanjung pembacanya. Lebih tersanjung lagi karena buku ini khusus dicetak Pak Satria pada peringatan Hari Ulang Tahunnya yang ke-52. Tidak diperjual belikan. Jika lazimnya seseorang yang berulang tahun menerima kado, maka hal ini justru tidak berlaku pada Pak Satria. Ia yang berulang tahun, dirinya juga yang membagi-bagi kado kepada beberapa kerabat dan sahabat yang dikenalnya. Salah satunya adalah saya. Aih sungguh saya merasa seperti mendapat durian runtuh.

Memiliki catatan kehidupan adalah sesuatu yang menakjubkan dalam hidup. Tidak semua orang mampu menulis momen-momen kehidupannya seunik yang dilakukan Pak Satria. Buku ini telah menunjukkan betapa beliau seorang penulis yang begitu cermat menangkap jejak pembelajaran dalam kehidupannya. Mulai dari kenangannya akan pola pendidikan orang tuanya hingga special moment with his children. Misalnya saja ketika anaknya sunat, perdebatan dengan putranya dan peristiwa-peristiwa manis dalam keluarga. Pak Satria telah merangkai event-event tersebut menjadi jalinan yang manis dan sarat pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa Pak Satria adalah pembelajar kehidupan sejati.

Membaca buku ini, membuat saya lebih mengenal Bapak Satria Darma. Setidaknya mengenal pemikiran dan gagasannya. Terutama gagasan yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Jika dewasa ini banyak orang terobsesi untuk menjadi PNS, beliau justru meninggalkan status ini hanya demi memerdekakan hatinya. Tidak jadi PNS, saya tetap bisa menjadi guru yang baik. Begitu katanya (halaman 41). Mental yang sangat langka di era hedonisme saat ini. I love it…!

Sebagai seorang pendidik sejati yang menentang diskriminatif, kritik tajamnya tentang RSBI sering membuat saya tercengang. Membuka cakrawala berpikir saya. Begitu juga respon beliau terhadap pelaksanaan kebijakan UN. Masih banyak lagi pemikiran beliau tentang pendidikan tertuang di buku ini. Dengan jumlah halaman yang cukup fantastis, nyaris 500 halaman (481 halaman), buku ini mampu menghipnotis saya untuk terus menelusuri halaman demi halaman.

Pemikiran beliau tentang fenomena dinamika beragama juga menunjukkan bahwa beliau adalah seorang religious modern. Buku ini telah mengisaratkan bahwa Pak Satria merupakan seorang muslim yang mampu mengaplikasikan makna Iqra’ yang termaktub dalam surat al-Alaq. Namun pemikirannya yang begitu ‘merdeka’, terkadang bisa membuat orang menafsirkan bahwa beliau seorang liberal. Tapi bukan Pak Satria namanya jika dia tidak mampu mengajukan argument kritis terhadap sesuatu yang dikomentarinya. Beliau memang seorang pendebat ulung yang pernah saya kenal melalui tulisan-tulisannya. Baik di media cetak, media elektronik maupun milist.

Semua tulisan yang terangkum dalam buku ini adalah dari tulisan-tulisan Pak Satria di beberapa blog-nya. Intinya beliau ingin memotivasi semua orang (terutama para pendidik/guru) bahwa menulis itu mudah. Bisa dimulai dari catatan-catatan pribadi atau pemikiran-pemikiran pribadi akan kejadian di sekitar kita. Apa yang dilakukan Pak Satria salah satu bentuk self education sebagaimana yang selalu dilakukan Rasulullah Muhammad SAW. Pak Satria sebelum memotivasi guru-guru untuk menulis, ia telah memberi contoh terlebih dahulu. Masih saya ingat ketika saya mengirimkan email sebagai ucapan terimakasih atas kado di hari ulang tahunnya, beliau membalas email saya seperti ini:  

“Saya berharap Bu Ayuk bisa menulis bukunya juga suatu saat dan saya dikirimi juga sebagai balasnya. Amin!”

Amin Ya Robb

Duh, Pak Satria tahu saja obsesi saya. Insya Allah Pak, suatu hari nanti jika mimpi ini terwujud maka Bapak adalah salah satu target yang dikirimkan buku tersebut. Hmmm…kira-kira terwujud ketika ulang tahun ke berapa ya..? ha ha ha… Semoga..one day…I hope my dream come true…!

Terimakasih Pak Satria untuk perhatian dan support selama ini. Semoga Bapak dikaruniakan Allah usia yang barokah dan semakin bermanfaat bagi umat. Khususnya bagi dunia pendidikan negeri tercinta, Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: