Monthly Archives: Juni 2012

Ultah JP dan Sepatu Pak Bos


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Novel best seller yang berkisah tentang masa kecil Dahlan yang bercita-cita memiliki sepatu untuk berangkat ke sekolah. (sumber: fanabis.blogdetik.com)

Hari ini, Minggu, 1 Juli 2012, Jawa Pos tepat menginjak usia ke-63. Bersamaan dengan hari jadi Polri. Selama kurun waktu itu, banyak peristiwa penting yang telah dilalui surat kabar nasional yang berbasis di Surabaya tersebut.

Sejak diakuisisi oleh Tempo pada 1982, Jawa Pos perlahan menjelma menjadi salah satu poros koran nasional. Dari koran yang awalnya nyaris bangkrut (hanya 6.000 ribu eksemplar tiap hari) menjadi koran dengan tiras 300 ribu eksemplar sehari dalam kurun lima tahun.

Kesuksesan itu tak bisa dilepaskan dari tangan dingin Dahlan Iskan yang ditunjuk Erik Samola sebagai leader Jawa Pos sejak dibeli Tempo. Dahlan betul-betul memulai segalanya dari nol. Demikian pula saat mendidik para wartawan.

Bisa dibilang, para wartawan yang pernah berada di bawah ”bimbingannya” kini rata-rata mencapai bintang terang. Dahlan dikenal sebagai sosok disiplin dan pekerja keras. Read the rest of this entry

Iklan

Kecepatan Efektif Membaca


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Sumber gambar: ramlannarie.blogspot.com

Siang itu saya janjian bertemu dengan Ketum IGI Satria Dharma dan cerpenis Shoim Anwar di kampus Pascasarjana Unesa. Kami mendiskusikan seputar kegiatan literasi. Di sela perbincangan, Satria yang baru mendarat di Surabaya dari Jakarta itu mengaku mampu melahap satu buku dalam sekali penerbangan. Ia menunjukkan buku Ibu Guru, Saya Ingin Membaca terbitan Unesa yang baru saja dibacanya.

Diskusi berujung pada bahasan kecepatan membaca efektif. Terus terang saya amat tertarik. Sebab, materi ini ternyata ada mata kuliah tersendiri. Selain itu, membaca efektif itu bermanfaat untuk mengoptimalkan hasil bacaan. Untuk itu, perlu dipahami tentang teknik-teknik membaca cepat. Sebab, hal ini berhubungan erat dengan kepentingan insan akademisi. Read the rest of this entry

Nulis di Tisu, Dapat USD 9 Per Detik


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Mbak Joanne berpose dengan novelnya yang terkenal, Harry Potter. (Getty Images/Christopher Furlong)

Mbak Joanne ini betul-betul beruntung. Tak pernah terbayang olehnya bisa menjadi jutawan. Padahal, dulu ia hanya ibu rumah tangga yang miskin.

Hebatnya, majalah bisnis terkenal Amerika Serikat, Forbes, menahbiskan Mbak Joanne sebagai pengarang paling kaya di dunia pada 2008 (Kompas, 5/10/2008). Bayangkan, sepanjang musim 2007, Mbak Joanne meraup tak kurang 5 pounsterling atau 9 dolar setiap detik!   Read the rest of this entry

Zaman Kemunduran Karya Tulis?


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Ada satu ungkapan terkenal yang ditulis Robert Pinckert dalam bukunya yang berjudul The Truth About English. Yakni, Writing is thinking. If you can’t think you can’t write. Learning to think. Artinya: menulis ialah berpikir. Jika Anda tak bisa berpikir, Anda tak bisa menulis. Belajar menulis berarti belajar berpikir.

Karena itu, wajar jika menulis menjadi suatu aktivitas yang penting. Dengan menulis, itu berarti kita turut membangun sebuah peradaban. Read the rest of this entry