Monthly Archives: Juli 2012

Spirit Meraih Kunci Sukses Hidup


Pengantar untuk buku puisi Rika Sukmana,  guru SMA Plus Muthahhari Bandung

 

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

*****

”Our greatest glory

is not in never falling,

but in rising

every time we fall.”

(Konfusius, filsuf Tiongkok)

*****

Pada 1991, Hartojo Andangdjaja menulis buku Dari Sunyi ke Bunyi. Buku tersebut merupakan kumpulan esai tentang puisi. Ia menggambarkan dengan bahasa yang lugas bahwa membedah puisi berarti mencoba memahami apa yang dirasakan penyair/pengarangnya. Ini tak berlebihan. Sebab, puisi sebagaimana disebut oleh Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) adalah ekpresi kongkret dan hasil artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional. Read the rest of this entry

Iklan

Jilbab Khusus di Olimpiade


Atlet putri Arab Saudi Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani (Sumber: telegrafi.com).

Kerajaan Arab Saudi mencatat sejarah di Olimpiade. Mereka akhirnya mengizinkan atlet putrinya untuk berlaga di Olimpiade 2012 London. Tentu saja kebijakan ini disambut baik Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani, judoka putri Arab Saudi.

Namun, ia pun sempat ketir-ketir. Pasalnya, Federasi Judo Internasional (IJF) melarang Shaherkani berlaga dengan memakai jilbab. Alasannya, penggunaan jilbab bisa berbahaya bagi atlet yang bersangkutan. Read the rest of this entry

PNS, Beban Negara, dan Profesionalitas


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Sumber: avicinna.wordpress.com

Kepada para wartawan di Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan bahwa jumlah PNS yang memasuki usia pensiun tumbuh tiga persen per tahun. Menurut Men PAN-RB, ada sekitar 130 ribu pensiunan PNS yang menjadi tanggungan pemerintah tiap tahun. Anggarannya lebih dari Rp 60 triliun. Anggaran tersebut sudah mencapai sepertiga dari belanja pegawai di APBN. Read the rest of this entry

Polwan atau Wanpol?


Catatan Eko Prasetyo

alumnus Sastra Indonesia Unesa

Cantiknya gila banget..!!! (Sumber: best-car-2012.blogspot.com)

Saya tergelitik dengan tulisan dosen IKIP Surabaya/Unesa (alm) Gatot Susilo Sumowijoyo dalam bukunya yang berjudul Pos Jaga (Unipress, 2000). Sebagai informasi, Gatot pernah menjadi pembina bahasa Indonesia untuk wartawan Surabaya Post pada 1975-1984. Ketika Jawa Pos diakuisisi majalah Tempo pada 1982, Gatot menjadi dosen yang menyediakan tenaga editor bahasa (copyeditor) dari kalangan mahasiswa atas permintaan sang pemred saat itu: Dahlan Iskan. Angkatan pertama copyeditor di Jawa Pos didominasi mahasiswa IKIP Surabaya. Read the rest of this entry