Monthly Archives: Juli 2013

Daring vs Online


 

Catatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV (Pusat Bahasa, 2008), terdapat kata daring. Itu merupakan kependekan dari kata dalam jaringan. Apa maksudnya?

Saya melihat, Pusat Bahasa ingin menyosialisasikan pemakaian daring sebagai pengganti kata online. Lantas, bagaimana keadaan di lapangan? Kalau boleh terus terang, upaya ini belum menampakkan hasil yang menggembirakan.

Para pengguna bahasa Indonesia masih familier dengan kata online. Memang sudah ada beberapa pihak yang ”berani” menggunakan kata tersebut. Namun, itu pun masih segelintir. Jumlahnya tidak sepadan dengan jumlah penutur asli bahasa Indonesia yang ratusan juta tersebut. Read the rest of this entry

Setrap ala Literasi


 

 

Catatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

 

 

Gara-gara berisik saat jam pelajaran fisika, kami beberapa murid laki-laki disuruh Pak Guru maju di depan kelas. Termasuk sang ketua kelas, Viktor Setiawan, yang kini menjadi dokter di Bekasi. Kami dihukum berdiri selama pelajaran. Kejadian ini berlangsung saat saya masih duduk di bangku kelas 2 di sebuah SMP negeri di Bekasi Timur. Read the rest of this entry

Kompak Terbitkan”Bagaimana Awalnya Kami Menulis?”


 

Laporan Must Prast

redaktur Widyawara

SURABAYA – Kepedulian alumni Unesa terhadap literasi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan aktivitas membaca dan menulis. Setelah menghelat kampanye literasi yang dipusatkan di kampus Program PPG Unesa pada 29 Juni lalu, para alumnus perguruan tinggi yang dulu bernama IKIP Surabaya itu berencana menerbitkan buku inspiratif seputar menulis.

Gagasan tersebut dicetuskan oleh Rukin Firda, alumnus yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu harian nasional. Ia beralasan, semangat literasi bisa ditularkan tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tapi juga menerbitkan buku. Alumnus jurusan bahasa Inggris itu semakin terdorong setelah melihat meningkatnya jumlah posting tentang literasi di mailing list (milis) Keluarga Unesa. Read the rest of this entry

Kebiasaan Daud Beureueh di Luar Jam Kerja


Catatan Must Prast

ngopi + musik bosanova = lulus tesis

Saya selalu mengagumi tokoh Aceh yang karismatik ini, Daud Beureueh. Dalam buku-buku pelajaran sejarah yang saya baca ketika duduk di bangku SMP dan SMA, ia selalu disudutkan dengan sebutan pemberontak. Gong pemberontakan itu ia pukul pada 21 September 1953.

Mantan gubernur militer untuk daerah Aceh itu menyatakan bergabung dengan Negara Islam Indonesia (NII) yang dicetuskan S.M. Kartosoewirjo di Jawa Barat. Sebagian pasukan TNI yang berada di bawah komando Beureueh akhirnya balik gagang menjadi pasukan Tentara Islam Indonesia (TII). Read the rest of this entry