Monthly Archives: April 2013

61 Tahun Erlangga


Catatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Hari ini Penerbit Erlangga merayakan ulang tahunnya yang ke-61. Sebuah perjalanan yang sangat panjang dalam mengawal pendidikan dan budaya baca di negeri ini. Tentu liku-liku dan tantangan selama menekuni dunia perbukuan di tanah air telah mereka hadapi. Terutama, menembus tembok besar rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

Saya sendiri tidak asing dengan Erlangga. Sebab, sejak duduk di bangku SD sampai SMA di Bekasi Timur dulu, guru-guru saya kebanyakan menggunakan buku teks terbitan Erlangga selain Yudhistira dan Tiga Serangkai. Namun, tidak ada buku teks pelajaran yang benar-benar asyik. Buku pelajaran baru dibuka pada saat pelajaran di kelas, saat mengerjakan PR, dan saat menjelang ujian.

Buku pelajaran jarang mendapat tempat saat santai di kantin, saat berada di ruang tunggu stasiun, dan saat rekreasi bersama keluarga. Mungkin ini sudah nasibnya. Sampai sekarang pun kondisi seperti itu masih terlihat di mana-mana. Read the rest of this entry

Iklan

Unas Dikebiri Guru Sendiri


Catatan Eko Prasetyo

penulis buku Apa Yang Berbeda dari Guru Hebat

Mengejutkan. Betapa tidak, saya mendapat laporan dari istri soal penyimpangan saat pelaksanaan ujian nasional (unas) SMP pekan lalu. Ia menuturkan pengalaman rekannya saat berkunjung ke dinas pendidikan setempat. Sang rekan membaca laporan adanya dugaan kecurangan unas SMP.

Di sebuah SMP negeri di kota saya tersebut, ada kejanggalan yang ditemukan oleh pengawas ruang ujian. Sang pengawas mendapati kejanggalan dalam daftar hadir peserta unas. Di balik daftar hadir itu, ternyata ada bocoran jawaban soal unas. Busyet! Read the rest of this entry

Purnami


: Jeng Ratih-ku sayang

 

 

ateges layang kangen kang ketingal

dedugi rirabaning wustyari warta wengi

sela-sela werinipun abyor

wekasan wulan ndadari Read the rest of this entry

Pangarep


: Jeng Ratih-ku sayang

 

semribit angin dawuhing pangarepku

nglugurke kembang-kembang trembesi

nggawa esem dalu

 

silir-silire bayu negeske panjalukku

ing sawijing kembang kang lugur kuwi

nguning gerseni esem iku

 

 

Graha Pena, 26 April 2013