Monthly Archives: Februari 2015

Parma Akan Tinggal Kenangan?


Oleh Eko Prasetyo

anggota Lazio Indonesia

Parma Logo

Sumber: beritabola.in

Liga Italia Serie A pernah menjadi liga terbaik dunia pada era 1990-an. Pada awal dekade itu, klub AC Milan sempat menjadi raja Eropa dengan trio Belandanya, yaitu Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit. Karena gemerlap prestasinya, Liga Italia mampu menarik minat bintang-bintang dunia untuk bergabung di tim-tim Serie A.

Selain AC Milan, klub Serie A lain yang menancapkan pengaruhnya di kompetisi Eropa adalah Juventus, Inter Milan, Lazio, AS Roma, dan Fiorentina. Ditambah dengan Parma, tujuh klub ini dijuluki sebagai Tujuh Besar yang nyaris selalu bersaing di papan atas Serie A.

Khusus untuk Parma, klub ini berada di Kota Parma, kota kecil yang setara dengan Perugia, Piacenza, atau Modena. Kota Parma pernah dijajah oleh Spanyol dan Prancis pada abad ke-16 hingga abad ke-18. Read the rest of this entry

Iklan

Padam


: Jeng Ratih-ku sayang
dinding batas antara
cinta
dan benci
setahuku adalah cemburu
jika api benci dan cemburu
harus padam,
yang harus tetap hidup
setahuku hanya cinta

Sidoarjo, 23 Februari 2015

Hadir


: Jeng Ratih-ku sayang

hujan adalah alasan
bagi rembulan
untuk tidak menyapa malam
yang begitu engkau harap
hadirnya
namun hujan bukan alasan
–bagiku
untuk tidak menyapa
kapan pun kau mengharap
hadirku
Sidoarjo, 21 Februari 2015

TBM di Malaysia


Tjatatan Must Prast

Soal Taman Bacaan Masyarakat (TBM), ada cerita menarik dari Dr. Muhsin Kalida, ketua Forum TBM Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengelola TBM Cakruk Pintar kelahiran Tulungagung tahun 1971 tersebut pernah mengikuti nonformal education training di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2009.

Di sana Muhsin berkesempatan melihat pengembangan TBM setempat. Salah satunya di Kampong Melayu, Kuala Lumpur. Ada beberapa TBM yang ia kunjungi. Istilah untuk menyebut TBM di sana adalah pusat sumber.

Sistem pengelola untuk pusat sumber di Kampong Melayu memakai sistem kontrak. Yang istimewa, apabila pendidikan pengelolanya belum memenuhi standar, mereka akan disekolahkan oleh pemerintah. Tugas utamanya, selain menjadi pengelola lembaga, ia harus berkomitmen untuk mengembangkan pusat sumber dalam jangka panjang.

Menurut Muhsin, perhatian pemerintah Malaysia terhadap perkembangan pusat sumber sebagai salah satu pendorong budaya baca warganya sangat besar. Tidak mengherankan jika pusat sumber-pusat sumber yang ada memiliki manajemen yang baik, kreatif, dan akuntabilitasnya terjaga. Read the rest of this entry