Pojok Bahasa: Beda Partikel “pun” yang Ditulis Serangkai dan Yang Dipisah


Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Saat mengisi kelas bahasa untuk calon wartawan pada 23 Januari 2012, saya mendapat pertanyaan dari seorang peserta. ”Bagaimana cara membedakan partikel pun yang ditulis serangkai dan pun yang ditulis terpisah?” tanya calon wartawan tersebut.

Dalam bahasa Indonesia, terdapat tiga macam pun. Pertama, yang merupakan klitika, yakni unsur yang melekat pada unsur yang lain. Dengan kata lain, pun yang melekat pada kata yang mendahuluinya sebagai klitika (J.S. Badudu, 1983).

Contohnya adalah adapun, andaipun, ataupun, maupun, bagaimanapun, betapapun, kalaupun, meskipun, sekalipun, biarpun, sungguhpun, walaupun, kendatipun.  Kata-kata tersebut jenis kata tugas, yakni kata-kata yang berfungsi penghubung atau pengantar kalimat.

Contoh dalam pemakaian kalimat adalah sebagai berikut:

  1. Kendatipun masih muda, Heru berhasil menjadi entrepreneur sukses.
  2. Kalaupun kamu mau mangga itu, si pemiliknya belum tentu mengizinkan kamu mengambilnya.

Pun yang kedua adalah yang berfungsi sebagai kata penuh, yaitu yang bersinonim dengan kata juga.

  1. Selain cantik, ia pun memesona. (= ia juga)
  2. Bukan hanya Anda, saya pun bisa saja mabuk laut. (= saya juga)

Pun yang ketiga adalah pun yang berfungsi sama dengan kata-kata yang menyatakan perlawanan. Yaitu, meskipun, biarpun, walaupun, kendatipun, dan sungguhpun. Contohnya sebagai berikut.

  1. Diberi pun aku tak sudi menerimanya, apalagi disuruh membeli.(meskipun diberi)
  2. Duduk pun ia tak sanggup, apalagi disuruh berjalan. (walaupun duduk)

Dengan memperhatikan contoh-contoh tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pun yang ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya ialah pun yang menyertai kata kerja, kata ganti, kata benda, dan kata sifat.

Contohnya:

  1. Minum pun ia tak mau. (minum = kata kerja)
  2. Kami pun tidak diundang olehnya. (kami = kata ganti)
  3. Pasar pun sepi pada hari itu. (pasar = kata benda)
  4. Merah pun warna yang disukainya. (merah = kata sifat)

Sidoarjo, 9 September 2012

Bacaan:

Inilah Bahasa Indonesia yang Benar

Terampil Berbahasa Indonesia II

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 9, 2012, in Bahasa. Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. sangat membantu Pak 😀
    terimakasih banyak,,
    izin copas hehe

  2. bagaimana dengan “pun” yang berarti “saja”, seperti siapapun, kapanpun, dimanapun, manapun, apapun?? dipisah atau disambung ya???? –terimakasih–

    • Penulisan yang tepat adalah:
      siapa pun, kapan pun, di mana pun, apa pun.

      • oke makasih mas,,,

      • bisa beritahu alasannya? karena memang kata di atas dalam kbbi adalah kata ganti, dan sesuai dengan penjelasan Must Prast bahwa kata ‘pun’ jika didahului kata kerja, kata ganti, kata benda, dan kata sifat penulisannya disambung. Tapi bagaimana dengan kata ‘bagaimana’? dalam kbbi pun kata ini masuk dalam kata ganti, kenapa tulisannya disambung dengan ‘pun’? mohon penjelasan dan pencerahannya, dan maaf sebelumnya, terima kasih..

  3. kapankah tulisan partikel pun dipisahkan dan kapan tulisan partikel pun digabungkan

  4. Thank’s sangat membantu tugas Q 🙂

  5. sangat membantu. suwun Ms Pras

  6. tulisan dimanapun itu dipisah atau disambung?

  7. Untuk penulisanya sendiri di judul, wajib kapital apa sebaliknya?

  8. Untuk penulisannya di judul, kata “pun” wajib kapital atau tidak? bisa diberikan penjelasannya juga? terima kasih.

  9. Terima kasih ya atas penjelasannya…..

  10. Bagaimana dengan pun sebagai partikel? Apakah partikel bersinonim dengan klitika?

  1. Ping-balik: Nurul Hayat Madiun – Berita Terkini

  2. Ping-balik: sejarah 3 serangkaiReferensi Sejarah | Referensi Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: