Arsip Blog

Majalah Sekolah (1)


Karena Citivitas Sekolah Butuh Berita

Catatan Eko Prasetyo

editor Jawa Pos

Majalah Inspirasi dari SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini pernah menyabet pemenang pertama dalam kompetisi fotografi yang diselenggarakan STIE Perbanas pada 2012. (Sumber: http://smam1gresik.sch.id)

Majalah sekolah tidak bisa dilepaskan dari ekstrakurikuler jurnalistik. Dalam ekstrakurikuler jurnalistik, salah satu output yang dihasilkan adalah majalah sekolah. Meski demikian, sekolah yang tidak memiliki ekstrakurikuler jurnalitik juga bisa menerbitkan majalah sekolah.

Majalah sekolah memiliki manfaat penting bagi civitas sekolah, mulai siswa, guru, hingga kepala sekolah. Apa saja? Majalah sekolah bisa menjadi sarana ekspresi siswa serta aktivitas produktif dan kreatif sanggar sastra atau ekstrakurikuler yang erat kaitannya dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Read the rest of this entry

Iklan

Lagi, Humas Unesa Ini Tidak Cermat


Moderator milis Keluarga Unesa (Ganesa) M. Ihsan melontarkan kritik terhadap salah satu berita di situs resmi Unesa. Dia mengeluhkan editing berita yang berjudul Pantau Langsung PLPG di Tuban tersebut. ”Lha ini kan website resmi, kok redaksinya (maaf) acakadul?” kata dia (milis Ganesa, 26/7/2011).

Keluhan itu bukan isapan jempol. Banyak kekeliruan yang tercecer di berita yang dimuat pada situs resmi Unesa (www.unesa.ac.id). Misalnya, penulisan kata profersi, respon, komperhensif, dan di didik. Sebuah kesalahan yang sebenarnya tak perlu terjadi jika proses penyuntingan dilakukan dengan lebih cermat. Kesalahan lainnya tampak pada penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Misalnya, tanda baca koma ditulis tanpa spasi dengan kata sebelumnya.

Masih di berita yang sama, inkonsistensi dalam penulisan nama pun terjadi. Misalnya, dalam satu paragraf terdapat penulisan nama Mukhlas, tapi di paragraf lain ditulis Muklas. Padahal, itu merujuk para orang yang sama, yakni nama rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ironisnya, penulisan nama tersebut pun keliru. Fatal. Yang betul adalah Muchlas Samani (sumber: http://muchlassamani.blogspot.com/).

Read the rest of this entry