Category Archives: Refleksi

Di Balik Pernikahan Yusuf dan Icha


Oleh Eko Prasetyo

(Untuk Rubrik Serambi Pendidikan Majalah Nurul Falah April 2015)

PENGHAFAL QURAN: Yusuf dan Icha. (Sumber: dream.co.id)

PENGHAFAL QURAN: Yusuf dan Icha. (Sumber: dream.co.id)

Ia sarjana matematika dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan belum bekerja. Namanya Yusuf Maulana, pemuda asli Cirebon. Tampangnya biasa-biasa saja. Perawakannya sedang dan dikenal pendiam. Namun, di balik kesederhanaannya, Yusuf adalah hafiz (penghafal Alquran) dan kerap menjadi imam shalat Tahajud di Pesantren Daarut Tauhid milik KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Tidak heran jika Aa Gym memilih Yusuf sebagai calon suami bagi anak keempatnya, Gaitsa Zahira Shofa atau akrab disapa Icha. Icha sendiri menyerahkan sepenuhnya soal pendamping hidupnya kepada sang ayah.

Icha dikenal sebagai pencinta olahraga taekwondo dan meraih sabuk tertinggi. Yang istimewa, Icha juga seorang hafizah (muslimah penghafal Alquran).

Dalam sebuah ceramah setelah Isya di Daarut Tauhid, tiba-tiba Aa Gym mengumumkan bahwa dirinya mempersiapkan calon suami bagi anak keempatnya, Icha. Aa Gym lantas menunjuk Yusuf. Alasannya, pemuda yang sebelumnya rajin menghafalkan Alquran di Daarut Tauhid sembari merampungkan kuliah di UPI tersebut dinilai mampu membina rumah tangga dan saleh. Aa Gym memberikan waktu tiga minggu saja sebagai persiapan. Tidak ada proses pacaran. Read the rest of this entry

Iklan

Kemiskinan dan Melek Literasi


Oleh Eko Prasetyo

Jurnalis, aktivis Jaringan Literasi Indonesia

(Tulisan ini untuk harian Duta Masyarakat edisi Minggu, 18 Mei 2014)

Judul buku        : Boom Literasi: Menjawab Tragedi Nol Buku

Penulis             : Satria Dharma, Sirikit Syah, dkk

Penerbit           : Revka Petra Media

Tebal               : xii + 299 halaman

ISBN                : 976-602-1162-00-2

Cetakan           : I, Mei 2014

Boom Literasi - Sampul NgarepSalah satu masalah yang terus menjadi fokus kerja pemerintah hingga saat ini adalah menekan angka kemiskinan. Hal ini bisa dipahami karena angka penduduk miskin di tanah air masih cukup tinggi. Sesuai data Badan Pusat Statistik, angka tersebut mencapai 28,07 juta atau 11,37 persen per Maret 2013 di antara total penduduk Indonesia (Republika, 18/8/2013).

Berbagai program direalisasikan untuk menekan angka kemiskinan itu. Namun, ada satu hal yang patut dikedepankan terkait problem ini, yakni literasi. Dalam buku Gempa Literasi (2012), Agus M. Irkham mengutip beberapa publikasi riset literasi yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara melek aksara (literasi) tinggi dan perbaikan kehidupan ekonomi. Ini pula yang pernah dilansir UNESCO dalam laporannya pada 2005 yang bertajuk Literacy for Life.

Selama ini upaya pengentasan kemiskinan salah satunya dilakukan melalui sektor perbankan. Tujuannya, memudahkan sektor usaha mikro kecil dan menengah. Banyak upaya lain yang dilakukan pemerintah. Tetapi, usaha meningkatkan budaya literasi setidaknya juga bisa menjadi solusi.

Sebagaimana diketahui, kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan literasi yang rendah. Seperti disampaikan Agus Irkham, opsi paling realistis tentu saja tidak hanya menempatkan perhatian program literasi pada hal teknis, tetapi pada fungsi dan budaya. Yakni memanfaatkan kemampuan membaca dan memosisikan aktivitas membaca dalam kehidupan sehari-hari. Read the rest of this entry

Mantan Calon OB Microsoft


Tjatatan Must Prast

Seorang pemuda datang ke kantor Microsoft. Ia bermaksud melamar pekerjaan sebagai office boy (OB) berdasar informasi lowongan yang dibacanya di surat kabar. Saat wawancara dengan kepala HRD, ia ditanya apakah punya surel (e-mail).

Pemuda tersebut mengaku tidak punya. Sang pimpinan HRD menolaknya secara halus karena memiliki surel adalah salah satu syarat untuk melamar pekerjaan sebagai OB di situ. Laki-laki itu lantas keluar dengan raut kecewa.

Di kantongnya hanya ada uang 10 dolar. Ketika hendak pulang, ia menyempatkan membeli tomat dan lantas menjualnya kepada orang yang ditemuinya di jalan. Tomat itu habis dan memberinya keuntungan. Read the rest of this entry

Demi Kucing


Catatan Must Prast

Waktu itu saya sedang bersepeda motor di kawasan Sidokare, Sidoarjo. Mau beli batagor di dekat SMAN 2 Sidoarjo.

Setelah mengganyang sebungkus batagor, saya ngacir pulang. Saat berada di area Perum Sidokare, tumben terlihat kemacetan kecil. Ini tak biasa karena ndak ada pasar tiban layaknya kondisi weekend. Read the rest of this entry