Family Man


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Seperti biasa, tiap menjelang ultah nyonya bulan September, saya menerbitkan buku puisi sebagai hadiah buat dia. Bedanya, di edisi kali ini terdapat foto-foto kami yang belum pernah dipublikasikan majalah berbahasa Jawa: Panjebar Semangat dan Jayabaya.

Setiap memandangi foto-foto itu, kami tertawa lepas. Menurut pengakuan nyonya, dulu saya belum seganteng dan sekharismatik sekarang. Mbencekno (menjengkelkan) memang, tapi saya menyadari hal itu. ”Lantas apa yang membuat kamu tertarik sama saya, Dar?” tanya saya. Dar di sini maksudnya bukan telur dadar, bundar, ataupun penerbit Dar Mizan, melainkan kependekan dari kata darling. Jangan sekali-sekali menyebut istri Anda dengan sapaan bundar, jemblem, gajah bengkak, apalagi lemu meskipun timbangan badan menunjukkan berat badannya naik sekilo dua kilo.

Menurut saya, sapaan sayang untuk istri itu harus berbeda tapi tetap mesra. Saya pernah melihat almukarom Pak Satria Dharma dan sahabat saya di IGI, Cak Yasin, yang menyapa istri masing-masing dengan panggilan ”Yank”. Semula saya juga ingin menyapa nyonya dengan sebutan ”Yank Ti” dari kependekan Eyang Uti, tapi niat ini saya urungkan karena nyali saya tidak cukup tinggi.

Di usia senja ini, menjelang 34 tahun, saya baru mafhum dengan perkataan nyonya bahwa saya memang tambah ganteng. Semoga Lucy, Oktriyana, Ike, Risa, dan Anna tidak menyesal dengan fakta tersebut.

Hari tua ini saya isi dan nikmati dengan menulis dan mengedit buku. Barangkali inilah yang membuat wajah saya tetap segar dan awet muda.

Terakhir, saya sedang menyunting buku Pak Joko Wahyono, tokoh pendidikan asal Samarinda. Buku ini agak lama saya kerjakan karena saya sambi menyusun penelitian untuk tesis. Ini sebuah kebanggaan besar bagi saya lantaran Pak Joko adalah guru berprestasi dan bukunya yang diterbitkan Erlangga masuk kategori best seller di Indonesia.

Di sisi lain, Pak Joko bisa menjadi pembenar teori tadi: yakni semakin mature seorang pria akan semakin ganteng. Pak Joko memang good looking dan sangat berwibawa. Kesamaan lainnya, kami sama-sama family man.

Masalah family man ini tidak sederhana dan remeh. Sebab, para netizen di media sosial sedang dihebohkan oleh status seorang perempuan yang begitu kagum dengan seorang family man. Berawal dari kolega saya dari Kendari Post yang juga seleb Facebook, Arham Rasyid, yang memampang status seorang perempuan muda. Perempuan ini menebar decak kagum pada seorang ayah muda yang sedang menyuapi anaknya yang masih balita ketika sang istri sedang memilih baju di sebuah pusat perbelanjaan. Kekaguman perempuan tadi kian bertambah karena menurut dia lelaki muda tadi lumayan ganteng. Si perempuan menyatakan rela dipoligami oleh family man seperti ini.

Bagi sebagian kaum hawa, family man selalu memiliki pesona tersendiri. Namun, batas antara family man dan aktivis Istikomah (ikatan suami takut istri kalo di rumah) sangat tipis.

Sebab, ganteng dan seksi yang melekat pada sosok family man itu tidak melulu soal tampang, tapi ini bisa terbentuk dari tindakan. Misalnya, menyapu dan mengepel rumah, mencuci piring, dan mencuci bertumpuk-tumpuk pakaian kotor setelah mendapat komando nyonya. Orang lain akan melihatnya sebagai tindakan yang gentlemen meskipun si lelaki sesenggukan mojok.

Oke, balik ke laptop, sampai kapan saya akan menulis buku puisi? Pokoknya tiap tahun sampai maut memisahkan roh dari raga ini. Risiko menulis buku puisi memang dikagumi kaum hawa. Lantas, bagaimana jika ada janda cantik yang mirip Iis Dahlia minta dipoligami setelah membaca buku puisi tersebut?

Nah, ini yang sulit saya tolak. Eh, maaf maksudnya: saya tinggal dulu karena istri saya sudah bangun. Sudah pukul 05.10. Agenda saya pagi ini cukup padat. Ada cucian dua bak gede dan kamar mandi harus dikuras.

#sesenggukanmojok

Sidoarjo, 23 Agustus 2015, pukul 05.10

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 22, 2015, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: