The Metels Nulis Bareng Lagi


Tjatatan Must Prast

Idola Dasawisma

Maaf, saya baru blakra’an ke Bogor tiga hari atas perintah Pak Martadi, ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya. Saya diminta ikut workshop penyusunan panduan pembelajaran di SD tahun 2015. Gak salah tah? Semula saya juga berpikir begitu. Bagaimana mungkin saya yang belum pernah poligami diminta ikut. Eh maaf, maksudnya bagaimana mungkin saya yang merupakan anggota The Metels diperintahkan untuk ikut pelatihan tersebut.

Insting saya memang kuat. Dugaan saya bahwa tidak akan ada nikah massal secara gratis di lokasi workshop ternyata benar-benar terbukti. Mbencekno gak se pemikiran seperti ini?

Meskipun berat dan menantang, selalu ada hikmah di balik kegiatan. Di situ saya bisa menyaksikan kebesaran Allah SWT lewat ciptaan-Nya yang luar biasa indah melalui Mbak Desi. Dia pegawai Kemendikbud. Perempuan berjilbab ini bersorot mata tajam, namun mampu bikin pusing pala Barbie dengan penampilannya yang anggun. Kalau tersenyum, lesung pipitnya ya Allah….. Damn, The Metels selalu saja dapat ujian yang lebih berat daripada ujian akhir semester seperti ini!

Belum lagi ada dosen muda dari Universitas Negeri Semarang bernama Hetty yang sering masuk tim Pak Martadi. Hetty ternyata masih lajang. Perempuan manis ini sangat energik, cerdas, dan sekel.

Sepulang dari Bogor, Kacong (salah satu anggota The Metels) langsung mengingatkan agenda penting dalam waktu dekat. Yaitu, bedah buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa di aula rektorat pada Selasa, 16 Juni 2015.

Bagi The Metels, buku ini merupakan salah satu masterpiece. Sebelum merilis buku Catatan Kecil tentang Literasi (Griya Literasi, April 2015), The Metels ikut berkontribusi terhadap lahirnya 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (Unesa Unipress, Desember 2014).

Meskipun hanya kumpulan pemuda metel (mokong/ndableg), The Metels sudah beberapa kali khatam Alquran dan mencintai kegiatan membaca buku. Penampilan dekil tidak lantas membuat The Metels sepi prestasi, baik akademik dan nonakademik. Kacong, misalnya, pernah mengguncang jagat sastra sebagai penyair termuda di sebuah ajang sastra nasional. Saya sendiri pernah mengukir sukses menangkap maling sepeda di wilayah RT kami dengan membawahi puluhan bapak-bapak. Sebuah prestasi nonakademik yang akan selalu saya kenang.

Karena itu, The Metels menganggap penting agenda bedah buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa pada 16 Juni 2015. Sebab, tak bisa dimungkiri, The Metels banyak mendapat suntikan motivasi dan semangat tempur dari para narasumber buku itu. Unesa (dulu IKIP Surabaya) ternyata mempunyai banyak alumnus sukses di kancah nasional maupun internasional.

Orang-orang dekat dan penggemar The Metels juga masuk di dalamnya. Di antaranya, Martadi, Suyatno, Satria Dharma, Much. Khoiri, Sirikit Syah, Anwar Holil, Prof Luthfiyah Nurlaela, dan Ami Haritsah.

”Membaca buku ini saya jadi malu sendiri,” kata Kacong, yang memang dikenal melankolis itu. Sebab, lanjut pemuda asal Sumenep tersebut, sukses yang diraih tokoh-tokoh itu melalui perjuangan keras dan pengorbanan yang besar. ”Dedikasi mereka di bidangnya masing-masing luar biasa,” tuturnya.

Namun, menurut Kacong, buku tersebut masih memiliki kekurangan. Yaitu penulisan profil yang tidak merata. Ada yang profilnya ditulis sampai lima halaman dan ada yang hanya satu halaman.

Dan yang profilnya cuma ”sak halaman wolak-walik” itu orang-orang berpengaruh macam R. Soeroso (Dirut Bank UMKM) dan Setyo Hartono (Wabup Bojonegoro). ”Tenang, Cong. Ini justru kesempatan The Metels untuk nulis bareng lagi. The Metels bisa membantu menuliskan profil mereka secara utuh dalam bentuk buku biografi. Biaya nulisnya cukup Rp 40 juta saja di luar transportasi dan akomodasi dengan estimasi waktu tiga bulan,” ujar saya.

Bagi The Metels, nominal segitu cukup untuk membiayai kuliah kami (saya dan Kacong). Memang sudah saatnya The Metels mengibarkan sayapnya di bidang usaha kecil dan menengah dalam industri kreatif penulisan buku biografi ini. Jadi, tidak hanya mengerjakan sesuatu yang ”la yamutu wala yahya” yang maksudnya: sudah nggak bermutu, nggak ada biaya.

Sidoarjo 7 Juni 2015

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 7, 2015, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: