Kekasihku Perempuan Setengah Abad (1)


Tjerita Preeet: Must Prast

 

 

Ay….

bolehkah aku ungkap

secuil nama yang

buat hatiku gagap?

”Lupakan saja aku. Waktu semestinya tidak mempertemukan kita. Engkau lebih pantas menjadi adikku,” ujarmu suatu senja, memecahkan keheningan.

Ay…..tolong jangan ucapkan kalimat itu lagi. Apakah cinta hanya milik mereka yang sebaya? Cinta tidak serendah itu. Bukankah kita sama-sama tahu bahwa Muhammad dan Khadijah terpaut jarak usia 20 tahun? Namun, keduanya adalah pasangan paling serasi di muka bumi ini.

”Sekarang katakan apa yang membuatku harus menyiapkan tempat paling istimewa di hatiku?”

Ay…..duduklah sejenak. Mari menikmati barang sebentar lantunan I’m Thru with Love dari Diana Krall. Bukankah ini nomor yang kita dengarkan berdua, benar-benar berdua, sejak pertama kita bersemuka di tepi Sungai Rembulan?

”Aku tak mau membuang waktu dengan sia-sia.”

Ay….. Engkau tidak sedang mabuk, bukan? Bagaimana mungkin melepas rindu dua musim yang waktu seperti ini sama-sama kita nantikan ialah sesuatu yang sia-sia?

”Jawablah pertanyaanku tadi!” ucapmu ketus. Namun, sorot matamu tak mampu menyembunyikan hasrat yang sama; rindu!

(Preeettt!!!/BERSAMBUNG)

Sidoarjo, 6 Mei 2015

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 7, 2015, in Cerpen. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: