Kelas Literasi Lagi


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Direktur PPG Unesa Prof Luthfiyah Nurlaela benar-benar membuat saya jatuh hati. Maksudnya jatuh hati pada semangat dan komitmennya. Sebab, kuatnya atmosfer literasi di PPG Unesa tak bisa dilepaskan dari perannya.

Tahun ini Prof Luthfiyah membuka kembali kelas literasi untuk mahasiswa PPG Unesa angkatan ketiga. Untuk kelas literasi, ini memasuki tahun kedua. Ada yang berbeda dengan kelas literasi kali ini.

Tidak seperti kelas literasi terdahulu, kali ini Prof Luthfiyah mewajibkan para mahasiswanya mengikuti kelas literasi. Menurut perempuan cantik tersebut, keterampilan literasi itu akan menjadi bekal penting saat mereka akan terjun ke lapangan sebagai guru di tempat tugas masing-masing.

Kurikulum kelas literasi kali jauh lebih seksi dan kaya. Para peserta akan memperoleh materi konsep dasar literasi, literasi di sekolah, menulis kreatif, materi jurnalistik, serta praktik. Hasil akhirnya, mereka diharapkan mampu menghasilkan karya, baik tulisan yang dipublikasikan di media massa maupun buku.

Karena itu, dalam pembukaan kelas literasi pada Sabtu, 11 April 2015, Prof Luthfiyah meminta anak-anak asuhnya di PPG Unesa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di kelas literasi sebaik-baiknya. ”Kalian akan didampingi para praktisinya secara langsung,” tuturnya. Kemudian ia memperkenalkan satu per satu para pengajar yang akan membimbing delapan kelompok kelas literasi yang saat itu hadir dalam pembukaan kelas literas. Di antaranya, Satria Dharma (pegiat literasi), Sirikit Syah (pengamat media), Eko Pamudji (wartawan senior), dan Jack Parmin (sastrawan).

Lalu di mana ketua RT 48 Graha Asri Sukodono? Ia duduk bersama salah satu fans beratnya, Fafi Inayatillah, dosen muda Unesa yang masih jomblo. Selain banyak mahasiswi yang cantik dan sehat, di kejauhan tampak Lala Hujuala, dosen muda lainnya, yang begitu dikagumi Pak RT. Pria muda yang beranjak mature (baca: tua) itu mengaku bersyukur karena tidak bertemu fans militan. ”Jujur, saya pernah trauma bertemu ibu-ibu yang setelah membaca buku saya yang berjudul Ayo Ngakak langsung njiwit susuku,” akunya.

Sidoarjo, 12 April 2015

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 13, 2015, in Literasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: