Di Balik Pernikahan Yusuf dan Icha


Oleh Eko Prasetyo

(Untuk Rubrik Serambi Pendidikan Majalah Nurul Falah April 2015)

PENGHAFAL QURAN: Yusuf dan Icha. (Sumber: dream.co.id)

PENGHAFAL QURAN: Yusuf dan Icha. (Sumber: dream.co.id)

Ia sarjana matematika dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan belum bekerja. Namanya Yusuf Maulana, pemuda asli Cirebon. Tampangnya biasa-biasa saja. Perawakannya sedang dan dikenal pendiam. Namun, di balik kesederhanaannya, Yusuf adalah hafiz (penghafal Alquran) dan kerap menjadi imam shalat Tahajud di Pesantren Daarut Tauhid milik KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Tidak heran jika Aa Gym memilih Yusuf sebagai calon suami bagi anak keempatnya, Gaitsa Zahira Shofa atau akrab disapa Icha. Icha sendiri menyerahkan sepenuhnya soal pendamping hidupnya kepada sang ayah.

Icha dikenal sebagai pencinta olahraga taekwondo dan meraih sabuk tertinggi. Yang istimewa, Icha juga seorang hafizah (muslimah penghafal Alquran).

Dalam sebuah ceramah setelah Isya di Daarut Tauhid, tiba-tiba Aa Gym mengumumkan bahwa dirinya mempersiapkan calon suami bagi anak keempatnya, Icha. Aa Gym lantas menunjuk Yusuf. Alasannya, pemuda yang sebelumnya rajin menghafalkan Alquran di Daarut Tauhid sembari merampungkan kuliah di UPI tersebut dinilai mampu membina rumah tangga dan saleh. Aa Gym memberikan waktu tiga minggu saja sebagai persiapan. Tidak ada proses pacaran.

Suasana menjelang pernikahan Icha dan Yusuf inilah yang menggetarkan. Jumat, 6 Maret 2015 pukul 08.00 Yusuf memulai bacaan Alquran juz pertama hingga menjelang selesai juz ke-30 pada Sabtu, 7 Maret 2015. Ketika selesai baca surat terakhir (An-Nas), segera dilangsungkan akad nikah. Bacaan hafalan Alquran tersebut dipersembahkan Yusuf sebagai hadiah bagi sang istri. Masya Allah, luar biasa indah.

Pernikahan keduanya berlangsung sederhana, khidmat, dan tidak ribet. Kendatipun kedua mempelai sama-sama penghafal Alquran, tidak ada mahar seperangkat alat shalat dan kitab suci Alquran sebagaimana umumnya terlihat pada pasangan-pasangan muslim yang melangsungkan pernikahan. Tampaknya mereka sadar benar bahwa mahar seperti itu merupakan sesuatu yang memiliki nilai tanggung jawab berat yang harus teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari dengan keistikamahan. Mahar pasangan Yusuf dan Icha adalah emas 10 gram dan uang 1 dinar.

Kita bisa melihat bagaimana seorang ayah memilihkan pasangan hidup yang baik bagi putrinya tersayang. Ayah tersebut tidak mencarikan jodoh untuk putrinya seorang pemuda yang kaya, tampan, dan mapan. Justru yang dicari adalah seseorang yang agamanya baik.

Pernikahan Yusuf dan Icha merupakan bentuk pelaksanaan perintah agama dan anjuran Rasulullah SAW, yakni memilih pasangan bukan dari harta benda dan kecantikan, melainkan agama serta akhlaknya. Sebuah pernikahan yang indah dan boleh jadi saat ini menjadi buah bibir di kalangan penduduk langit. Wallahu a’lam bishawab.

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Maret 10, 2015, in Refleksi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: