English Corner di Jiang Xi Normal University


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One awal Februari lalu, ada pernyataan menarik dari pakar hukum pidana Prof Sahetapy. Ia menyindir banyaknya guru besar di Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Di dunia pendidikan, kemampuan berbahasa Inggris –terutama bagi akademisi– merupakan salah satu hal yang tak bisa ditawar. Kita bisa melihat Presiden Jokowi yang (maaf) keterampilan bahasa Inggrisnya agak pas-pasan. Contoh paling sahih terlihat ketika beliau tampil berpidato dalam bahasa Inggris di forum APEC lalu. Bagi seorang kepala negara, kompetensi bahasa asing –terutama bahasa Inggris– penting dalam menjalin hubungan diplomasi dengan negara-negara lain. Ini tidak boleh terjadi di kalangan akademisi. Setidaknya itulah yang bisa diterjemahkan dari ucapan Prof Sahetapy tersebut.

Barangkali kita perlu melongok kehidupan para mahasiswa di Jiang Xi Normal University, Kota Nanchang, Tiongkok. Untuk ukuran Tiongkok, Nanchang termasuk kota kecil. Namun, apabila dibandingkan dengan Surabaya yang merupakan kota kedua terbesar di Indonesia, Nanchang jauh lebih besar dan lebih maju.

Dalam hal semangat belajar bahasa Inggris, mahasiswa Jiang Xi Normal University patut diacungi jempol. Tempat favorit untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggris adalah taman kampus.

Jangan heran jika sejak pukul 05.00 waktu setempat mereka sudah berkerumun membawa buku bahasa Inggris. Ini bukan belajar biasa. Sebab, mereka akan membaca keras-keras kosa kata bahasa Inggris sembari berdiri atau mengayun-ayunkan kaki mengitari pohon.

Bagi lidah mereka, mengucapkan kata asing dalam bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah. Mereka harus bersusah payah mengucapkan hingga tepat. Di mana-mana di area kampus itu, melihat banyak mahasiswa belajar bahasa Inggris adalah pemandangan yang biasa. Nyaris tidak ada tempat yang tidak dipenuhi mahasiswa setempat dalam belajar bahasa Inggris, mulai danau kampus, taman, lapangan olahraga, dan sekitar gedung kampus.

Mengapa tidak belajar di kamar asrama saja? Apabila dalam satu kamar ada empat mahasiswa, kemudian tiga orang belajar bahasa Inggris dan satu lagi belajar sains, tentu itu akan mengganggu. Inilah alasan mengapa banyak mahasiswa tersebut memilih belajar di taman atau luar kamar.

Yang menarik, tiap Kamis pukul 19.00 waktu setempat diadakan English Corner. Mahasiswa yang ingin praktik berkomunikasi bahasa Inggris datang ke sebuah lapangan olahraga. Termasuk mahasiswa lain yang berniat sama.

Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil. Ada yang jadi pembicara dan ada yang jadi pendengar. Tidak ada buku absen, tidak ada yang mengharuskan begitu, dan tidak ada penilaian dalam aktivitas tersebut. Semuanya atas inisiatif dan kesadaran para mahasiswa itu sendiri.

Inilah yang ikut memotivasi saya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris dengan belajar secara otodidak dari menonton film-film asing serta mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris plus kursus. Apalagi selepas lulus S-2, saya berniat melanjutkan pendidikan ke S-3. Beberapa dosen seperti Kaprodi Ilmu Komunikasi Pak Redi Panuju (kolumnis), Dr Otto Bambang Wahyudi, dan Prof Sam Abede Pareno sudah mengingatkan kami untuk memperbanyak bacaan literatur-literatur berbahasa Inggris, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Sebelumnya, kemampuan saya berbahasa Inggris sangat payah. Akhirnya waktu tiga bulan rehat karena sakit saya manfaatkan untuk belajar bahasa Inggris kembali. Alhamdulillah, minimal saya kini tidak hanya hafal: ”I don ting ebot det (I don’t think about that).”

Sidoarjo, 10 Februari 2015

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 10, 2015, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: