Wong Kang Nulis Kumpulana


jatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Sabtu pagi (27/12) kediaman saya kedatangan trio TLG (Tuban-Lamongan-Gresik). Ketiganya adalah penulis hebat alumni IKIP Surabaya dan punya prestasi gemilang. Mereka adalah Mbak Icha (b. Inggris 1992, Tuban), Mbak Dewi (b. Inggris 1993, Lamongan), dan Mbak Dina (b. Inggris 1993, Gresik).

Mbak Dewi aktif sebagai guru PNS dan andalan FLP Lamongan. Mbak Dina lebih mentereng, pernah menjadi jawara mendongeng tingkat Asia Tenggara di Vietnam pada 2012. Mbak Icha? Sampai saat ini saya masih mencari kiprahnya di Google, namun belum ketemu.

Ketiganya berkunjung dengan para jagoannya. Mbak Dina membawa bungsunya yang cerdas, Jasmine (kelas 2 SD). Mbak Dewi ditemani putra bungsunya yang sangat percaya diri. Sementara Mbak Icha datang bersama tiga jagoannya, yakni suami dan dua putranya yang ganteng-ganteng itu.

Bagaimanakah suasana bila empat alumnus IKIP Surabaya yang hobi memantau milis Keluarga Unesa tersebut berkumpul? Heboh! Reuni empat orang ini menandingi reuni akbar alumni Unesa yang biasanya tiap tahun dihelat.

Mbak Icha membuka memori tentang masa kuliahnya S-1 dulu. ”Para penulis top seperti Pak Satria dan Bu Ela (Prof Luthfiyah, Red) begitu bahagia mendapat pujian dari begawan sastra Budi Darma. Padahal, dari zaman kami kuliah dulu, memang begitulah sosok Pak Budi Darma. Teman kami yang bahasa Inggrisnya ngalor-ngidul nggak jelas saja dipuji-puji begitu tinggi oleh Pak Budi,” ucap guru SMPN 2 Kedungadem, Bojonegoro, itu.

Ho’oh,” sambung Mbak Dina. Sebagai junior, saya dibuat bangga oleh kakak-kakak kelas saya tersebut. Ketiganya adalah guru-guru kreatif yang menjadi favorit murid masing-masing. Mbak Dewi punya kisah lebih dahsyat. Ia menuangkan pengalamannya merawat sang suami yang kena stroke dalam buku antologi berjudul Biru (Penerbit Selaksa, 2013). Saya sangat berterima kasih kepada guru SMPN 1 Kembangbahu, Lamongan, ini. Setidaknya buku Biru ini memberikan kekuatan batin kepada nyonya saya. Pasalnya, dia akan merawat saya dalam kondisi yang mungkin sangat lama.

Mbak Icha tak kalah mentereng. Beliau menghadiahi saya sebuah naskah buku karangannya yang berjudul Kisah Kehidupan. Saya membaca beberapa halamannya dan menemukan pengalaman Mbak Icha yang cintanya pernah dikhianati seorang pemuda yang bernama Bayu. Cowok tampan yang ternyata satu kampus di IKIP, tapi beda fakultas. Diceritakan bahwa Bayu tergoda oleh perempuan manis bernama Silvia (bab Senandung Cinta buat Icha, hal 31-44). Dalam kondisi hati yang remuk, Icha akhirnya menemukan kangmas sejatinya yang di situ disebutkan bernama Alam.

Komentar saya terhadap buku ini pendek saja. Fantastis! Ini buku yang sangat layak diterbitkan di Gramedia atau Elex Media Komputindo…!

Saya teringat ucapan kakak kelas saya yang bijaksana dan penggemar berat Asmuni, yakni Mas Heru B. Arifin a.k.a. Mas Habe. Beliau pernah mengatakan bahwa berkumpul dengan kaum intelektual itu manfaatnya adalah mendapatkan buku. Buku yang diberikan akan memberikan dorongan dan kekuatan bagi kita untuk ikut berbagi inspirasi lewat tulisan.

Dalam kata lain, wong kang nulis kumpulana. Terima kasih Mbak Icha, Mbak Dewi, dan Mbak Dina. Terima kasih atas rumpiannya yang heboh dan buku-buku yang dahsyat ini. Insya Allah bukunya akan saya resensi di surat kabar-surat kabar yang redakturnya tidak tega untuk menolaknya karena mereka adalah sahabat kental saya. Barakallah.

Sidoarjo, 27 Desember 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 27, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: