Dosen Unesa dan Blog


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Beberapa waktu lalu, kawan-kawan wartawan lokal bertandang ke rumah saya. Kami mendiskusikan banyak hal. Termasuk soal literasi media di masyarakat. Ternyata ada di antara mereka yang lulusan Unesa. Karena itu, obrolan seputar dukungan terhadap pengembangan pusat kajian literasi Unesa berlangsung sangat hangat.

Dalam hal ini, kami betul-betul berharap agar Unesa segera ambil bagian dan posisi yang amat menentukan di masyarakat Indonesia. Yang membanggakan, sudah ada alumnus yang bergerak secara militan untuk memprovokasi gerakan literasi ini. Di lingkaran alumni, ada Pak Satria Dharma (IGI, Eureka Academia), Bu Sirikit Syah (Stikosa/AWS), Mas Anwar Holil (USAID Prioritas), Pak Eko Pamuji (harian Duta), dan banyak lagi. Termasuk almarhum Rukin Firda (Jawa Pos). Di level internal, terdapat Prof Muchlas Samani, Prof Kisyani-Laksono, Prof Luthfiyah, Mr Khoiri, Bu Tiwik, Pak Slamet Setiawan, Pak Syamsul Sodiq, Prof Lies, Miss Lala yang memesona, dan lain-lain.

Salah satu yang kami perbincangkan ialah gairah menulis di level dosen-dosen Unesa. Terutama yang terlihat di mailing list Keluarga Unesa. Ini menjadi amunisi penting, terutama untuk mendorong para mahasiswa Unesa ikut memperkuat budaya literasi kampus.

Contohnya, dosen Unesa dan blog mereka. Blog ini bisa dikatakan direktori penting sebagai sumber literatur tidak hanya bagi mahasiswa dan alumni, tetapi juga masyarakat secara umum.

Saya sering melakukan blog walking ke blog milik dosen-dosen Unesa. Ada yang rajin merawat blognya dengan selalu mengisi catatan. Ada pula blognya yang sudah tidak lama tidak terurus sehingga sepi pembaca. Dari pengamatan kami, dosen Unesa yang blognya paling banyak dikunjungi adalah Pak Yatno (Kahumas Unesa). Pak Yatno ternyata memiliki massa pembaca yang fanatik dan kebanyakan adalah kalangan guru. Ini tidaklah mengherankan karena jaringan luas Pak Yatno di dunia pendidikan, akademik, pramuka, literasi, hingga media massa. Di sisi lain, ia telah melatih lebih dari seratus ribu guru di seluruh Indonesia sehingga punya banyak fans dan pembaca setia blog pribadinya. Fantastis. Sementara blog yang paling sepi milik Prof Lies Amin Lestari, mungkin karena jarang diisi.

Favorit saya adalah blog milik Ibu Parastuti, dosen bahasa Jepang yang kini sedang menempuh S-3 di Jepang. Beberapa kawan penulis dan wartawan alumni Unesa yang pernah mengintip blognya betul-betul dibikin kagum. Banyak gagasan segar dan inspirasi baru yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya dari beliau. Bu Parastuti juga sering memukau para bloger Kompasiana lewat tulisan-tulisannya. ”Inspiratif banget,” ujar seorang teman guru menanggapi blog Bu Parastuti.

Di akhir diskusi, kami sama-sama sepakat bahwa masyarakat dunia harus bersiap menjemput masa paperless. Ke depan, buku cetak tidak akan mendominasi karena era digitalisasi semakin tidak terelakkan. Dan blog ialah jawabannya.

Ketika Unesa tengah bersiap menjadi salah satu kampus terbaik di tingkat nasional dan internasional, dosen-dosennya harus punya blog. Mengapa demikian? Ya karena kampus-kampus di negara maju sudah melakukannya puluhan tahun silam. Misalnya, meskipun dosennya tidak masuk, perkuliahan tetap dilangsungkan melalui Skype dan blog.

Kalau pendidik di tingkat sekolah dasar hingga menengah gaptek, ini masih bisa dipahami. Namun, pendidik di tingkat perguruan tinggi sudah semestinya melek teknologi. Salam growing with character. Dirgahayu Unesa!

Sidoarjo, 19 Desember 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 24, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: