Ijazah Sarjana Instan Rp 23,5 Juta


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Rp 23,5 juta. Itulah harga ijazah instan untuk tingkat strata satu (S-1). Inilah yang diungkap dalam laporan khusus Kompas TV tadi malam (17/12). Harga ini sangat dipengaruhi oleh status dan akreditasi perguruan tinggi.

Semakin bagus dan tinggi reputasi suatu perguruan tinggi, harga ijazah S-1 instan yang ditawarkan bisa selangit. Reporter Kompas TV mencoba menelusuri praktik nista ini. Dengan lokasi di sebuah perguruan tinggi ternama di Jakarta, ditemui oknum dosen yang bisa mengupayakan proses cepat untuk mendapatkan ijazah S-1 dan S-2. ”Nggak usah capek-capek kuliah. Buat apa,” ujar oknum dosen tersebut.

Memprihatinkan. Dijelaskan pula bahwa ada permainan di dalam lingkungan Kopertis. Si pemesan ijazah instan (baik S-1 maupun S-2) tinggal bayar uang muka (DP) dan selanjutnya dilunasi kekurangannya jika ijazahnya sudah jadi. Gilanya, si pemesan ijazah instan tersebut bisa ikut wisuda bersama para wisudawan lainnya.

Kru Kompas TV yang menggunakan kamera tersembunyi lantas memancing dengan berpura-pura memesan ijazah instan S-1 jurusan manajemen kepada oknum dosen tadi. Dipilihlah ijazah instan S-1 sebuah STIE di Jakarta. Semula dosen bejak ini membuka harga Rp 18 juta. Setelah tawar-menawar, akhirnya harga yang disepakati adalah Rp 16 juta. ”Tidak bisa nawar lagi. Itu pun saya cuma dapat transportasinya aja,” ucap si dosen sebagaimana direkam Kompas TV.

Dari penelurusan, diperoleh informasi bahwa peminat ijazah instan S-1 dan S-2 ini sangat banyak di kawasan Jabodetabek. Sangat mungkin praktik licik ini juga terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. Yang paling banyak dicari adalah ijazah S-1 jurusan manajemen, ekonomi, dan hukum. Termasuk sarjana pendidikan (SPd).

Yang heboh, Kompas TV berhasil mewawancari seorang pengguna jasa ijazah instan tingkat S-1. Ia mengatakan malas kuliah selama empat tahun sehingga memilih jalan pintas tersebut. Dengan ijazah itu pula, dia mendaftar tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dan diterima! Diduga tidak sedikit PNS yang memakai cara kotor ini.

Jawa Pos juga pernah menelusuri praktik jual beli ijazah instan pada 2011. Didapati kampus seperti STTS (Sekolah Tinggi Teknik Surabaya) melakukannya dengan melibatkan petingginya. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya juga pernah tersangkut perkara ini. Beberapa pergururuan tinggi top di Indonesia juga tengah diselidiki, apakah di sana juga terjadi praktik tercela ini.

Semoga perusahaan-perusahaan dan instansi pemerintah lebih ketat dalam menyeleksi pegawai. Jangan sampai mereka menerima pegawai yang ternyata ijazahnya instan. Kalau soal pendidikan saja sudah culas, bagaimana saat ia terjun di masyarakat? Apakah keculasan ini bisa dijamin tidak terjadi lagi jika sudah bekerja atau menjabat?

Sidoarjo, 17 Desember 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 18, 2014, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: