Ratusan Juta berkat Kopi


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

”Honornya cukup menginternasionallah,” ujar Iwan Fals saat diwawancarai Suara Merdeka pada 12 Juli 2012. Itu dikatakan untuk menjawab honornya sebagai bintang iklan Top Coffee. Kendatipun tidak menjelaskan secara eksplisit, siapa pun dapat menduga bahwa honor tersebut mencapai ratusan juta. Menyaingi atau bisa jadi melampaui honor Albertiene Endah, penulis buku-buku biografi tokoh terkenal, yang konon berada di angka Rp 300 juta-Rp 400 juta untuk satu judul buku.

Sebagai musisi legendaris, kehidupan Iwan Fals tidak bisa dilepaskan dari kopi. Lagu yang berjudul Oemar Bakrie dan Bento ditulis Iwan berkat campur tangan kopi. Top Coffee memang cukup berani dan total dalam mempromosikan produknya. Selain Iwan Fals, Top Coffee menggandeng bintang muda Nikita Willy. Bisa terbayang berapa miliar dikeluarkan perusahaan kopi asal Gresik ini.

Kendatipun demikian, naga-naganya kopi Kapal Api yang berbasis di Sidoarjo belum tertandingi, baik soal produk maupun aroma dan rasa. Bukan untuk memanas-manasi, tagline Top Coffee yang berbunyi ”Bongkar kebiasaan lama” (yang maksudnya beralihlah dari kebiasaan minum kopi Kapal Api ke Top Coffee) belum cukup untuk melawan hegemoni kopi Kapal Api.

Setidaknya itu terlihat di warung kopi yang terletak persis di samping Kantor Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Meski sederhana, warkop ini nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Di situ biasanya para penggemar kopi berkumpul dari segala penjuru Sukodono. Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai yang belum mandi, yang nongkrong hanya demi menghindari tagihan bank titil (rentenir), hingga yang terobsesi ikut prakongres IGI di Martapura pada 20-21 Desember 2014 tapi tidak dapat undangan seperti saya. Kebanyakan di antara mereka memilih kopi Kapal Api.

Di sisi lain, sesungguhnya sejak lama saya menyimpan penasaran terhadap warung kopi di Kebongagung, Sukodono, itu. Pasalnya, ramainya bukan main, baik pas weekday maupun weekend. Apakah ini salah satunya dipicu oleh mbakyu penjualnya yang bohay abis itu? Bisa jadi. Sebab, setiap melintas di sana bersama nyonya, lengan saya selalu kena cubit cabe rawit. Sakit sekali memang, tapi bikin lengan lebih sekel.

Sidoarjo, 16 Desember 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 16, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. TOP coffee ga enak.
    Berat buat meruntuhkan Kapal Api, atau bahkan hanya sekedar menyamai Good Day.
    Sayang sekali orang sekelas bung Iwan mau jadi ikon kopi payah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: