Catatan Diskusi Literasi PPG Unesa (2)


TTM = Teman tapi Membaca

Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

PENGAJAR KELAS LITERASI: Direktur PPPG Unesa Prof Luthfiyah memberikan cenderamata kepada para pengajar kelas literasi. Must Prast tampak memakai kruk. (foto: yudha prima)

PENGAJAR KELAS LITERASI: Direktur PPPG Unesa Prof Luthfiyah memberikan cenderamata kepada para pengajar kelas literasi. Must Prast tampak memakai kruk. (foto: yudha prima)

Teman yang baik dan buruk itu bisa diibaratkan penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Demikian hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Jika berkawan dengan tukang pandai besi, kita bisa terkena percikan apinya ataupun bau asapnya yang tak sedap.

Pernah menonton penampilan Paul Anka di YouTube saat menyanyikan lagu Put Your Head on My Shoulder tahun 2005 di Jerman? Apa? Belum? Tidak apa-apa karena saya tidak akan membahas Paul Anka, melainkan film Ada Apa dengan Cinta (2002).

Di film tersebut, Cinta sebagai tokoh utama gandrung membaca sebuah buku sastra yang berjudul Aku karya Sjumandjaja terbitan 1987. Sebagai informasi, Sjumandjaja adalah seorang sastrawan dan sutradara. Entah mengapa pelaku seni dan sastra selalu mudah menggaet perempuan. Sjumandjaja, misalnya, menikah tiga kali. Dua anaknya mengikuti jejaknya di seni dan sastra. Keduanya ialah Wong Aksan (mantan drumer Dewa 19) dan Djenar Maesa Ayu (novelis).

Kembali ke tokoh Cinta dalam film AADC tadi, ada catatan penting. Yaitu, perilaku orang terdekat bisa memengaruhi seseorang. Hobi Rangga, kekasih Cinta, membaca buku sastra mampu menular ke Cinta.

Secara luas, kita bisa menyebut bahwa lingkungan dapat membentuk atau memengaruhi perilaku seseorang. Lihat saja kasus miras oplosan yang membawa korban ratusan orang di Sumedang dan Garut, Jawa Barat, sepanjang November hingga awal Desember 2014. Mengutip wawancara yang dilakukan Kompas TV, salah satu korban selamat mengaku minum miras oplosan tersebut karena terpengaruh kawan-kawannya.

Maka, ada rasa syukur ketika PPG Unesa mengadakan silaturahmi literasi pada 13 Desember 2014 lalu. Banyak senior, sahabat, dan para kolega yang menjadikan kegiatan membaca layaknya kebutuhan primer. Di antara mereka, ada Prof Budi Darma, almukarom Pak Satria Dharma yang barusan menerbitkan buku The Rise of Literacy setebal 438 halaman tapi saya ndak kebagian, Prof Lies, Prof Luthfiyah, Bu Sirikit Syah, Pak Khoiri, sejarawan Dukut Imam Widodo, Pak Slamet Setiawan, Pak Jack Parmin, Ustad Anwar Djaelani, penyair Tjahjono Widarmanto, dan lain-lain.

Mereka semua itu TTM, teman tapi membaca. Artinya, berteman dengan mereka bisa memberikan energi yang mengajak kita untuk ikut menyukai aktivitas literasi seperti membaca. Jangan mencari TTM yang lain. Misalnya, teman tapi medit (pelit). Bagi kaum jomblo, now listen to me very carefully: Medit itu salah satu penyebab sulit mencari jodoh.

Sidoarjo, 15 Desember 2014

Iklan

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 15, 2014, in Literasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: