Frankfurter Buchmesse


Catatan Eko Prasetyo

(editor.eko@gmail.com)

Sumber: publisherweekly.com

Sumber: publisherweekly.com

Frankfurter Buchmesse lebih kondang dengan nama Frankfurt Book Fair. Ini adalah salah satu ajang paling bergengsi di bidang perbukuan tidak hanya di Eropa, tapi dunia! Maka, tidak heran apabila lahir kalimat provokasi yang berbunyi: ”Jangan pernah mengaku pencinta buku jika belum pernah menginjak Frankfurt Book Fair”.

Saya akhirnya mafhum mengapa beberapa tokoh di milis Ikatan Guru Indonesia (IGI) silaturahmi ke kota tetangga Mainz ini, tempat penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg lima abad silam. Mereka di antaranya adalah Om Bob (dr Bob Rimba), Pak Zaenal (PT Pudak Bandung), dan Pak Gatot Hari Priowirjanto (direktur Seamolec).

Frankfurter Buchmesse amat bergengsi karena menjadi ”kandang” buku-buku bermutu dari berbagai belahan dunia. Yang menarik di sini adalah guest of honour atau tamu kehormatan yang dihelat sejak 1976. Indonesia bakal didapuk menjadi guest of honour pada 2015 untuk sekaligus memperkenalkan budaya. Namun, saya masih ragu dengan satu hal. Yakni, apakah Indonesia nanti bisa ikut memperkenalkan budaya literasinya selain kekayaan kultural nusantara? Melihat spirit baca yang belum merata, rasanya kita dapat menjawabnya.

9 Oktober 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Oktober 9, 2014, in Literasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: