Ndramus


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

 

 

Sebuah pepatah menyebutkan bahwa kecupan di kening itu menandakan kasih sayang, sedangkan ciuman di bibir itu menggambarkan nafsu. Kalau cipika-cipiki? Ini mah memperlihatkan suasana saat pergantian rektor Unesa.

Bicara tentang mencium, konon kata tersebut memiliki makna tertentu. Contohnya, mencium aspal berarti baru saja terjatuh dari kendaraan. Mencium kucing berarti penyayang kucing. Kalau mencium kumis kucing, artinya kurang kerjaan.

Mencium bau tak sedap yang datang tanpa permisi? Nah, ini namanya apes. Kalau mencium bau tak sedap berkali-kali dengan intensitas cukup tinggi? Berarti orang tersebut sedang berada di tempat pembuangan sampah.

Dalam bahasa Jawa, dikenal pula istilah yang terkait aktivitas cium-mencium ini. Contohnya, mencium bau sesuatu disebut juga ngambus. Sementara menciumi uang yang bukan miliknya diistilahkan dengan nama ndramus.

Istilah ndramus ini juga dipakai untuk menyebut tabiat koruptor. Yakni, sikap rakus yang dapat menimbulkan dampak buruk, baik bagi dirinya sendiri maupun negara dan orang lain.

Awal September ini, kita kembali disuguhi drama ke-ndramus-an pejabat. Menteri ESDM Jero Wacik ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan pemerasan oleh KPK. Kerugian negara yang ditimbulkan dari sikap ndramus-nya sekitar Rp 9,9 miliar.

Peristiwa ini menambah daftar panjang pejabat tinggi yang terseret lembah nista bernama korupsi. Hikmahnya, kita seyogianya menjauhi sifat ndramus atau kemaruk dengan cara selalu bersyukur kepada pemberian Allah.

Tidak mudah memang melenyapkan sifat tidak puas karena trah manusia memang tak pernah puas. Namun, sebaiknya kita tidak mudah menjustifikasi buruk karena tidak semua sikap tersebut bisa dikatakan tidak baik. Misalnya, sudah punya mobil Xenia, ingin ganti Innova, berarti beliau dosen yang punya keluarga besar. Contoh lainnya, sudah punya empat anak, ingin punya baby lagi, ini anggota IGI di Malang.

Sebagai manusia biasa, sifat ndramus bisa datang kapan saja tanpa diminta karena tingginya godaan. Sangat manusiawi apabila seseorang mendadak ndramus jika melihat gepokan uang ratusan juta rupiah atau melihat bakul jamu gendong Sidomuncul yang lengannya sekel dan tegap membusung.

Maka, sejatinya setiap orang punya peluang terjerumus ndramus apa pun latar belakang dan profesinya. Yang kebetulan tidak ndramus hanya Rambo yang malam ini sibuk bertempur di Global TV.

 

 

4 September 2014

 

 

 

 

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 4, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: