Literasi Masuk Desa


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

 

 

Pada masa Orde Baru dulu, ada program AMD (ABRI masuk desa) dan LMD (listrik masuk desa). Kalau MMD, ada yang tahu? Betul! MMD adalah Mahfud MD.

Kini LMD sudah tidak ada lagi. Sebab, PLN kini getol mengupayakan pemerataan listrik di daerah-daerah terpencil dan terpelosok. Meski, faktanya pemadaman listrik kerap terjadi terutama di luar Jawa.

Bagaimana jika LMD kita adakan lagi dengan kepanjangan baru, yaitu Literasi Masuk Desa? Ini sebenarnya bukan program orisinal, namun pengembangannya belum sistematis, terstruktur, dan masif.

Bagaimana teknisnya? LMD bisa mengadopsi pengelolaan ala TBM (taman baca masyarakat) yang mirip perpustakaan atau dapat pula menerapkan model mading. Sarana mading ini dipakai untuk memajang surat kabar atau kliping berita yang sesuai dengan kebutuhan bacaan warga tingkat RT.

Selain itu, jika mampu, disediakan pula satu alat mading lainnya untuk menampung tulisan pengelola LMD RT. Jadi, diharapkan unsur membaca dan menulisnya terkover. Dalam halalbihalal awal Agustus lalu, saya mengumpulkan beberapa pengurus RT untuk mendiskusikan masalah LMD ini.

September ini, di RT saya akan dibangun poskamling baru dengan model permanen. Jika sudah jadi, kami berharap agar poskamling itu memiliki multifungsi. Tidak sekadar menjadi tempat ngrasani tetangga atau markas main catur, tapi juga menjadi pusat LMD di RT kami. Saya telah mengoordinasi para remaja anggota karang taruna kami untuk merilis bacaan apa saja yang kira-kira dibutuhkan.

Buku Bau Pesing Genderuwo yang menjadi idola baru para remaja putri dan ibu-ibu PKK setempat tentu saja masuk list. Sebab, gairah membaca salah satunya bisa dipicu oleh bacaan humor.

Sebagai pemanasan, saya menggandeng kawan-kawan penulis lokal untuk berkumpul di rumah saya Sabtu pagi mendatang (6/9). Tentu saja kami tidak hendak berlatih paduan suara untuk menyongsong bulan bahasa, melainkan membincang pengembangan literasi lewat bedah buku Bau Pesing Genderuwo. Sayangnya, Angelina Sondakh dan Ratu Atut Chosiyah dipastikan tak bisa hadir di rumah saya Sabtu nanti.

 

 

3 September 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on September 3, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: