Ada Apa dengan Karen?


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

 

 

Dirut PT Pertamina Galaila Karen Agustiawan tidak hanya cantik memesona, tapi juga berotak encer dan punya karir cemerlang. Karena itu, pengunduran diri lulusan teknik fisika ITB itu menjadi salah satu berita besar di media massa.

Kepada pers di Jakarta, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan bahwa Karen beralasan ingin melanjutkan karir yang lain. Yang jelas, alasannya bukan karena ingin fokus menulis buku Mudik ala IGI bersama saya serta Pak Ahmad Rizali dan Pak Habe Arifin, melainkan mengajar di Universitas Harvard, Boston, AS.

Dahlan mengakui bahwa Karen sebenarnya telah beberapa kali minta diganti. Pengunduran diri itu kali pertama disampaikan pada 2013. ”Karena itu, saya tidak bisa menahannya lagi. Tapi, saya sudah minta ke dia agar tidak terlalu mendadak pengunduran dirinya. Jadi, keputusannya akan mundur 1 Oktober nanti,” terang Dahlan (Jawa Pos, 19/8).

Kontan, kabar mundurnya Karen dengan cepat dibumbui berbagai spekulasi dan aroma politis. Anggota DPR mempertanyakan alasan pengunduran Dirut PT Pertamina tersebut. Di berita TV One tadi pagi, seorang anggota dewan bahkan menyebut alasan mengajar di luar negeri itu mengada-ada dan sulit diterima.

Beberapa waktu belakangan PT Pertamina memang tengah disorot terkait aksi korporasinya. Misalnya, kebijakan pembatasan BBM jenis solar dan premium di beberapa sektor serta rencana kenaikan elpiji 12 kg yang harus tertunda karena permintaan pemerintah. Namun, isu yang mengaitkan pengunduran diri Karen dengan kebijakan Pertamina tersebut dibantah oleh Ali Mundakir, vice president corporate communication Pertamina.

Di bawah Karen, kinerja Pertamina sebenarnya cukup ciamsor. Berdasar rapor keuangan 2013, perolehan laba Pertamina mencapai USD 3,07 miliar atau setara Rp 32,05 triliun. Torehan ini naik 11 persen dibandingkan perolehan pada 2012 yang sebesar USD 2,77 miliar. Kenaikan laba ini berimbas pula pada melambungnya aset Pertamina hingga USD 49,341 miliar atau senilai Rp 503,2 triliun. Bila uang sebesar ini dibelikan tusuk gigi di Indomaret kira-kira dapat berapa yak?

Spekulasi yang juga ramai terkait hal ini adalah posisi Karen sebagai saksi dalam kasus korupsi di tubuh SKK Migas yang melibatkan Rudi Rubiandini. Karen juga disebut-sebut memiliki potensi seperti Anggito Abimanyu yang kini bolak-balik diperiksa KPK terkait kasus korupsi dana haji.

Kejadian Karen ini mengingatkan saya pada pengalaman tahun 2011. Di status Facebook saya waktu itu, saya berniat mundur dari Pertamina, tapi urung saya lakukan karena tidak bekerja di situ.

Balik ke pengunduran diri Karen, banyak sosok yang diusulkan menjadi penggantinya. Di antaranya, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husein. Bagaimana kejelasan nasib saya setelah Bu Karen mundur? Untunglah, ucapan Pak RW cukup menyejukkan: ”Sopo koen?” (Memangnya siapa kamu?).

 

 

20 Agustus 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Agustus 20, 2014, in Sosok. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: