Buku Baru Emcho


Catatan Eko Prasetyo

Sumber: Dok. Khoiri

Sumber: Dok. Khoiri

Tahniah! Akhirnya terbit juga buku Jejak Budaya Meretas Peradaban karya Much. Khoiri alias Emcho. Bagi penghuni milis alumni Unesa, namanya tentu tidak asing. Sejak bergabung di forum komunikasi tersebut, dia termasuk rajin menulis.

Namun, beberapa bulan belakangan ia tak nongol bersama tulisannya. Kalaupun hadir, hanya sekadar sapa atau komentar terhadap posting anggota lain. Ini bisa dipahami karena kesibukannya di proyek kerja sama IDB dan Unesa, juga aktivitasnya mengajar di jurusan bahasa Inggris serta seabrek kegiatan lain.

Absennya Pak Emcho selama beberapa bulan itu membuat saya ”kehilangan” satu guru menulis. Di milis alumni Unesa, budaya menulisnya memang sangat kuat selain saur manuk dan rasan-rasan calon presiden.

Ternyata, Pak Emcho nyepi untuk mempersiapkan buku terbarunya. Buku ini merupakan himpunan catatan-catatan hariannya selama kurun 2012-2013. Sebagian besar tulisan tersebut telah dipublikasikan di Kompasiana.

Baru Senin sore (14/7) saya mendapat buku ini langsung dari penulisnya. Setelah jadi buku, ternyata hasilnya jauh lebih keren. Beberapa waktu lalu saya memperoleh salah satu buku Prof Imam Suprayogo, mantan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Judulnya Menghidupkan Jiwa Ilmu.

Sama dengan Pak Emcho, buku Prof Imam ini merupakan kumpulan tulisannya di blog pribadi. Ada kesamaan di antara dua buku itu. Kendati pengarangnya akademisi, dua buku tersebut ditulis dengan gaya yang lugas, santai, dan mudah dicerna.

Bagi penikmat buku, nuansa kearifan dan kesantunan yang menjadi simbol budaya lokal yang disajikan dalam dua karya apik itu menjadi tonggak penting. Dalam buku Jejak Budaya Meretas Peradaban, Pak Emcho tampak sekali mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam meramu kata dan mengemasnya menjadi sebuah bacaan ringan yang bermanfaat.

Buku ini juga menandai kiprah Jaringan Literasi Indonesia (Jalindo) di tengah tingginya angka ibu hamil, eh tumbuhnya gerakan literasi. Buku ini mengajarkan hal penting bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis buku bermutu nan produktif seperti Pak Emcho. Yaitu, menulislah selagi belum diberi amanah berat seperti tugas di IDB. Syabas!

Sidoarjo, 14 Juli 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 14, 2014, in budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: