Burung pun Harus Merdeka


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Pranoto Reksosamodra (sumber: Wikipedia.org)

Pranoto Reksosamodra (sumber: Wikipedia.org)

Ada kisah menarik antara Bung Karno dan Mayjen Pranoto Reksosamodra, asisten III bidang personalia Menpangad. Bung Karno dikenal tidak suka memelihara hewan piaraan yang disekap di dalam kandang.

Sementara Pranoto hobi memelihara burung perkutut di dalam sangkar. Dalam memoarnya, Pranoto yang pernah ditahan tanpa proses pengadilan oleh penguasa Orde Baru karena dituding terlibat G30S/PKI itu mengatakan bahwa Bung Karno sungguh berjiwa merdeka. Karena itu, sang proklamator tak suka melihat binatang yang kebebasannya dirampas.

”Pran, kata orang, kamu suka memelihara burung. Benarkah?” tanya Bung Karno.

”Benar Pak. Saya memelihara burung merpati hias yang saya kembang biakkan dan saya lepas,” jawab Pranoto.

Jenderal bertubuh tinggi tersebut mengatakan terpaksa berbohong saat itu dan hanya kali itu ia berani berbohong. Alasannya, apabila ia mengaku memelihara perkutut dan cucak rowo yang ditaruh dalam sangkar, ia takut Bung Karno marah.

Dalam sebuah kejadian di Istana Presiden, Bung Karno berkeliling asrama pengawal kepresidenan pagi-pagi buta. Ternyata di luar kamar para pengawal itu terdapat banyak sangkar burung.

Ia lantas buru-buru membuka semua pintu sangkar sehingga semua burungnya lepas dan terbang bebas. Setiba di istana kembali, ia mengumpulkan seluruh tentara pemilik hewan yang dilepaskan tadi.

”Tadi pagi burung-burung piaraan kalian saya lepaskan. Saya tidak suka melihat sesama makhluk hidup di dunia ini masih ada yang dirampas kemerdekaannya walaupun ini berwujud binantang. Burung piaraan itu tentu dulu kalian beli dari pasar ataukah dari siapa? Bapak bermaksud menggantikan kerugian kalian,” tegas Bung Karno.

Seketika para prajurit itu mengambil sikap sempurna. Dengan serentak mereka menjawab, ”Tidak usah Pak. Kami sekarang sudah sadar dan bahkan memohon beribu-ribu maaf ke hadapan Bapak.

Sidoarjo, 12 Juli 2014

Bacaan:

Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra, Dari RTM Boedi Oetomo sampai Nirbaya

(Penerbit Buku Kompas, 2012)

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 12, 2014, in Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: