Duit Lanang


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Pendapatan di luar gaji, itulah kira-kira kata lain yang pas untuk istilah duit lanang. Bagi sebagian kaum Adam, duit lanang memiliki peran yang cukup penting. Ketika uang saku dari istri tidak cukup untuk beli sapi, solusi yang bijaksana ya mencari duit lanang.

Tentu keterampilan literasi amat menguntungkan di sini. Misalnya, yang suka baca majalah Trubus bisa jualan kembang. Yang doyan baca tabloid Kicau bisa jadi makelar di pasar burung. Yang selalu mantengin berita Metro TV boleh ikut posko pemenangan Jokowi-JK. Yang hobi baca Kartini pasti nggak bisa jauh dari istri jika berdagang. Yang takut membaca Tempo ketika istri mecucu karena duit belanja kurang? Nah, ini baru teman saya.

Adanya duit lanang kadang menguntungkan dan menolong. Sebagai seniman, tentu penghasilan saya tak seberapa. Karena itu, saya butuh duit lanang. Namun, seperti saya bilang tadi, ini harus didukung keahlian tertentu. Lantaran saya bisanya cuma memahat kata-kata, yo wis saya cari tambahan pendapatan dari situ. Salah satunya nulis di berbagai koran. Honornya memang tidak bisa dipakai buat beli becak motor, tapi insya Allah cukup untuk membayar kenikmatan ngopi di warung Yu Tun plus mengudap dua buah tempe bongkrek.

Tetapi, terdapat kesepakatan tak tertulis di antara sebagian kaum bapak bahwa duit lanang itu harus dibedakan dengan uang belanja. Sehingga muncul pembenaran bahwa para istri tak perlu tahu soal duit lanang ini.

Saya termasuk yang menganut tesis ini. Tetapi, belakangan pikiran saya berubah. Sepertinya saya mesti lapor nyonya kalau dapat duit lanang dari honor menulis. Sebab, beberapa hari lalu uang ratusan ribu yang saya linting kecil-kecil dan nyelempit di dompet kulit kesayangan saya tiba-tiba raib. Saat saya tanya, nyonya hanya memamerkan baju dan jilbab barunya yang diambil dari lemari pakaian. Oh Tuhan, dia sudah tahu!

Sidoarjo, 3 Juni 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 3, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: