Sesore dengan Cak Habe dan Om Roy


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Selama dua hari kemarin (30/6 & 1/7) saya dapat info bahwa orang kepercayaan Marwah Daud pulang ke LA (LAmongan). Siapa? Julia Perez? Yang bener aja, puasa-puasa mbok ya prei dulu membahas Jupe.

Betul, dia Cak Habe, sekretaris pembina IGI. Kemarin (1/7) kami janjian bersua bersama Om Roy (redaktur Duta) dan Bung Edi (pengusaha asal Lidah Wetan). Masjid Al Akbar jadi titik pertemuan empat pria muda yang semakin beranjak mature itu.

Cak Habe sempat berkomentar bahwa dirinya tidak mendapat aura spiritual di salah satu masjid termegah di Asia Tenggara tersebut. ”Terlalu mewah dan terkesan hanya diperuntukkan bagi kaum menengah,” ujarnya sambil sibuk membagikan buku saku tentang Prabowo-Hatta yang ditulisnya.

Dia menambahkan, buku mungil tersebut sudah dicetak seratus ribu eksemplar untuk cetakan pertama. Sejak terjun ke dunia politik, bapak tiga anak itu belum kehilangan sentuhan gaya tulisan yang meletup-letup saat masih menjadi wartawan Suara Indonesia (kini Radar Surabaya) dan Bali Post.

Cak Habe dan Om Roy adalah dua sohib lawas sejak menghuni Ketintang PTT (sebutan untuk tempat kongko mahasiswa IKIP Surabaya waktu itu). Jika dulu mereka ke mana-mana bawa sepeda butut warna kuning, sekarang tongkrongannya beda. Setir bunder.

Kami memilih menghabiskan sore itu sembari ngabuburit di kawasan Gayungsari dekat kantor harian Duta Masyarakat dan Masjid Al Akbar. Alamak, menu berbukanya kelas berat semua, yakni nasi goreng, cap cai, ayam saus kecap, serta jus tomat dan wortel. Karena gumbul bareng para eksekutif muda itu, mau tak mau saya mesti menyesuaikan diri dan meninggalkan kebiasaan ngaypang saat berbuka, yakni makan tempe menjes dan teh hangat.

Sebelum berbuka, kami mendengarkan kultum dari sohibul hajat: Cak Habe. Isinya tidak melulu ceramah politik, tapi juga pesan agar kami menyisihkan perbedaan prinsip. Bung Edi, Cak Habe, dan Om Roy adalah kaum nahdliyin, sedangkan saya simpatisan Muhammadiyah. Sore itu juga dikupas bagaimana mengembangkan program ecotransport di Indonesia. Yang sangat indah, meski kami berbeda pandangan politik, buka puasanya sama-sama pas azan magrib berkumandang.

 Sidoarjo, 2 Juli 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juli 2, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: