Es Mendem Duren


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Sumber: koranjitu.com

Sumber: koranjitu.com

Bukan rahasia lagi jika Surabaya dikenal sebagai kota yang panas mataharinya cukup menyengat. Maka, sejatinya para pelancong yang ingin mencokelatkan kulitnya punya alternatif selain berjemur di pantai-pantai indah di Bali.

Betul, lokasi itu bernama Kota Pahlawan! Cukup lepas baju, lalu silakan jongkok pukul 12.00 di perempatan traffic light ketika sang surya sedang terik-teriknya. Agar lebih heroik, boleh letakkan gelas plastik. Lalu rasakan sensasi panasnya suhu di Surabaya. Monggo dipraktikkan jika kurang kerjaan.

Karena itulah, jika sedang mbambung ke luar pas siang terik, hampir pasti saya tidak bisa menahan hasrat untuk minum minuman dingin.

Nah, di Kota Surabaya ada gerai es yang lekernya bisa bikin jakun naik turun. Lokasinya tak jauh dari kampus Universitas dr Soetomo (Unitomo) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag). Nama gerainya Mendem Duren yang terletak di kawasan Nginden Semolo.

Ini merupakan franchise dari Mendem Duren yang kesohor di Jogjakarta. Meski penggemar berat durian, saya tidak berani makan buah itu terlalu banyak. Namun, dalam suasana darurat panas terik, saya tak akan berpikir 69 kali untuk mengganyang es Mendem Duren.

Setelah memesan es Mendem Duren ukuran jumbo dengan taburan mises, kalimat bismillah mengawali prosesi menikmati sajian yang tampak lezis itu. Begitu satu sendok es Mendem Duren itu masuk ke kerongkongan, rasanya saya ingin memekik keras dan meneriakkan nama paklik dan bulik di kampung.

Tatkala suapan berikutnya menjajah lidah, jantung ini berdegup dua kali lebih cepat dibandingkan saat menyembunyikan uang ratusan ribu yang dilinting kecil-kecil di dompet agar luput dari sidak nyonya. Lheeeeerrrr!!!

Semakin mantap hati ini untuk menandaskan sisa es Mendem Duren tersebut. Apalagi, bahan bakunya ialah durian lokal yang aromanya sangat kuat sehingga bisa bikin mendem. Begitu suapan ketiga siap membuat prahara di lidah, debur jantung saya semakin tak karuan. Apalagi, di belakang saya ada suara dengan nada tinggi: ”Mas, bayar dulu dong…!”

Sidoarjo, 17 Juni 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Juni 17, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: