Revolusi Mentul


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Lama tak terlihat di layar kaca, Siti Nurhaliza diwawancarai kembali oleh infotainment Indonesia dan disiarkan tadi pagi. Subhanallah, biduan cantik negeri jiran ini sekarang tambah mentul. Maksudnya bodinya semakin berisi. Kendati ginuk-ginuk, pesonanya belum hilang.

Bagi perempuan yang sudah berumah tangga, mentul itu keniscayaan. Sayangnya, masih banyak kaum ibu yang menganggap bahwa hal ini merupakan fase biasa. Alhasil, kebanyakan di antara mereka suka tampil seadanya, terutama di depan suami. Mewakili kaum bapak yang tak berani lantang bersuara soal ini, saya bisa bilang bahwa tampil ala kadarnya itu mboseni.

Bayangkan bila usia sudah melewati 40 tahun, badan tambah melar, di rumah pakai daster tanpa lengan yang umurnya sama dengan usia pernikahan, plus lengen yang kian sekel dan terdapat bekas suntikan cacar. Sudah begitu, tiap ngobrol, prolognya mesti bertema uang belanja. Ampun mama!!!

Mari menengok sejarah sedikit. Pada awal 1950-an Bung Karno jatuh hati kepada Ibu Hartini. Tentu saja ini berpotensi menimbulkan prahara karena sang proklamator sudah punya first lady, yakni Ibu Fatmawati.

Apa pesona Ibu Hartini? Padahal, waktu itu ia adalah janda dengan lima anak. Bung Karno bilang, ”Anak sudah lima, tapi masih cantik begini?” Sejarah mencatat bahwa Ibu Hartini akhirnya diperistri oleh Bung Karno dan setia menemani hari-hari terakhir sang putra fajar sebelum wafat pada 1970.

Nah, Siti Nurhaliza mirip Ibu Hartini yang pandai merawat diri. Mereka bisa menjadi contoh bagi para mamah muda (mahmud). Jadi, bolehlah ginuk-ginuk, tapi aura pesona harus tetap melekat. Karena itulah, dibutuhkan revolusi mentul. Yakni, meski tubuh semakin subur, seorang istri tetap perlu memelihara kecantikan luar dalam lewat pesona sikap dan sapaan mesra. Bukan sekadar mentul depan belakang.

Paris van Java, 29 Mei 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 29, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: