Cak Habe Tambah Ganteng?


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Suwe ora jamu

Jamu godhong jati

Suwe ora ketemu

Ketemu pisan nang TVRI

***

Mamaaaaa!!! Saya memekik keras-keras pagi ini. Saya panggil nyonya yang tengah menyiapkan sarapan. ”Iku lho onok Cak Habe nang TVRI…!!” pekik saya histeris.

Hanthiiik…! Mata saya tidak salah mengidentifikasi. Salah satu pria berkemeja putih yang bertulisan Prabowo-Hatta di TVRI pusat itu adalah Cak Habe Arifin. Dengan gayanya yang khas dan diplomatis, Cak Habe menjawab pertanyaan-pertanyaan presenternya yang ginuk-ginuk tersebut.

Ia tidak sendiri. Cak Habe berkapasitas sebagai Sekjen Nusantara Jaya yang merupakan basis relawan pendukung Prabowo-Hatta. Sementara satu narasumber lainnya juga saya kenal, yakni Dono Prasetiyo, Sekjen Seknas Jokowi yang menjadi bagian tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla.

Mamaaaa!!! Saya memekik keras lagi. Nyonya geram karena saya berteriak-teriak. Girap-girap bak habis makan gulai kambing muda. ”Iku lho koncoku…!” ucap saya norak sambil menunjuk Cak Habe yang terus nggedabrus di TV. Beginilah kalau penyakit ndeso saya kumat.

Dua narasumber tadi diundang dalam acara Cerdas Memilih yang memang saban hari nongol di TVRI. TV pemerintah ini memang menjadi favorit saya setelah Metro TV dan TV One tidak lagi netral dalam memberitakan pilpres.

Terakhir ketemu Cak Habe ya pas di SMAN 10 Malang akhir April lalu dalam kampanye ecotransport. Wajahnya saat itu sedikit kumus-kumus. Lha pas di TV tadi saya kaget bukan main.

Mamaaaa!!! Saya memekik tapi ndak berani keras-keras. Cak Habe tampak lebih putih dan bersih. ”Kok lebih ganteng yak?” sambat saya dalam hati. Saya pikir apa mungkin itu pengaruh kemejanya yak? Namun, yang istimewa adalah kacamatanya brur! Ini pasti kacamata mahal. Frame-nya tebel banget.

Saya kian histeris saat kedua narasumber cekcok soal capres pilihan masing-masing. Mas Dono memamerkan buku berukuran standar tentang Jokowi, sedangkan Cak Habe menunjukkan buku saku alasan memilih Prabowo. Selesai pameran, keduanya malah cekcok dan saling menuding negative campaign di depan kamera. Presenternya tampak panik dan semakin aduhai kalau ketakutan begitu. Mamaaaa!!!

Surabaya, 28 Mei 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 28, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: