Cantik Elegan dengan Menulis


Oleh Eko Prasetyo

jurnalis dan editor buku

GAIRAH LITERASI: Buku Boom Literasi yang diluncurkan untuk turut membangun budaya membaca dan menulis di Indonesia.

GAIRAH LITERASI: Buku Boom Literasi yang diluncurkan untuk turut membangun budaya membaca dan menulis di Indonesia.

Judul buku: Boom Literasi: Menjawab Tragedi Nol Buku

Penulis: Ami Haris dkk

Penerbit: Revka Petra Media

Tebal: xii + 299 halaman

ISBN: 976-602-1162-00-2

Kemajuan teknologi, tidak syak lagi, juga berpengaruh pada dunia medis dan kecantikan. Dewasa ini banyak kaum Hawa di perkotaan yang rela merogoh kantong lebih dalam demi terlihat cantik. Salah satunya melalui operasi pengencangan kulit wajah.

Namun, ada kiat lain yang lebih murah dan mudah. Apa itu? Menulis! Demikianlah yang dikatakan Fatimah Mernissi, seorang feminis asal Maroko. Dalam bukunya yang berjudul Women’s Rebellion and Islamic Memory, Mernissi menyebutkan bahwa menulis lebih baik daripada krim pelembap dan operasi pengencangan kulit wajah.

Dikutip dari buku tersebut, Mernissi menegaskan, ”Usahakan menulis setiap hari. Niscaya kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfatnya yang luar biasa! Mulai saat Anda bangun, menulis meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama di atas kertas kosong, kantung di bawah mata Anda akan segera lenyap dan kulit Anda akan terasa segar lagi. Menjelang tengah hari, ia berada pada kondisi prima. Dengan kandungan aktifnya, menulis menguatkan struktur kulit ari Anda. Pada akhir hari, kerut-kerut Anda sudah memudar dan wajah Anda menjadi lembut kembali.

Memang belum banyak penelitian ilmiah secara komprehensif terkait dampak menulis terhadap kecantikan seorang perempuan. Namun, perlu dipahami bahwa kecantikan itu tidak hanya membahas soal fisik, tetapi juga nonfisik. Apalagi, ukuran cantik bersifat relatif bagi siapa yang melihatnya.

Hal lain yang perlu dicatat pula adalah kecantikan nonfisik atau inner beauty dinilai sebagai kecantikan utama. Sebab, inner beauty tersebut memancarkan aura yang menjadikan sesuatu yang sederhana terlihat istimewa di depan mata. Kendati demikian, inner beauty dianggap bisa membangun kecantikan fisik pula melalui keceriaan, kepercayaan diri, dan pesona kata.

Poin terakhir inilah yang sangat mungkin memengaruhi pendapat Mernissi tadi. Apalagi, di tengah kemajuan dan perkembangan teknologi saat ini, membaca dan menulis telah menjadi gaya hidup bagi perempuan di negara-negara maju. Sebagaimana diungkapkan oleh Peter Elbow, praktisi pendidikan asal Amerika Serikat, menulis harus diakui membawa segudang manfaat bagi siapa saja yang melakukannya. Termasuk membentuk kepercayaan diri yang salah satunya berimplikasi pada aura kecantikan seseorang. Yang dimaksud oleh Elbow adalah menulis bebas yang betul-betul membebaskan penulisnya untuk berkreasi dan mengungkapkan apa saja yang ingin ditumpahkan. Tidak boleh ada ”penjara” dalam pikiran.

Di sinilah fungsi literasi dalam membentuk pesona seorang wanita. Buku Boom Literasi: Menjawab Tragedi Nol Buku juga mengupas masalah ini. Buku yang ditulis oleh 16 pegiat literasi dari berbagai latar belakang profesi tersebut juga mengetengahkan pentingnya menulis bagi seorang wanita.

Hal itu dijlentrehkan oleh Ami Haris. Di halaman 88, ia menceritakan, ”Tahukah Anda, ternyata segala tulisan itu seperti menjadi pengobat hati. Sekali lagi saya katakan, perempuan memang paling suka berbagi cerita, curhat ke teman dekat, ibu, keluarga ataupun siapa saja. Selesai berbagi cerita, pasti ada sebuah kepuasan tersendiri. Dunia seperti kembali normal walaupun sebenarnya permasalahan masih banyak menghadang”.

Ami mengatakan bahwa menulis dapat mengurangi tingkat stres. Sebagaimana diketahui, stres dapat menyebabkan kecantikan seseorang memudar. Di tulisannya yang bertajuk Nulis Yuk! Ben Awet Ayu (hal. 188) Ami lebih tegas mengatakan, ”Menuangkan segala perasaan ’kusut’ ke dalam tulisan seperti membawa kepuasan tersendiri pada diri. Membagi uneg-uneg walau sekedar lewat tulisan akan membuat jiwa menjadi terasa plong. Kesedihan akan berkurang, muka yang ditekuk menjadi tegak kembali. Mata yang sayu kembali terlihat berbinar. Kulit wajah yang semula penuh dengan kerutan, maka akan tertarik dan kencang kembali. Bibir yang beku menjadi tersenyum merekah. Bila sudah demikian, aura cantik pun akan terpancar”.

Bagi perempuan, cantik adalah idaman. Namun, seyogianya kecantikan memang tidak hanya dibatasi pada hal fisik semata. Di tengah tumbuhnya gairah literasi di tanah air, setidaknya kaum perempuan bisa memberikan kontribusi sekaligus menandai eksistensinya. Bagi sebagian orang, kecantikan juga dapat terpancar dari kecerdasan. Salah satu kegiatan yang bisa menunjukkannya adalah menulis. Dalam buku ini ditegaskan pula bahwa sebenarnya resep cantik elegan dan awet muda ialah menulis. Jadi, tunggu apa lagi? Menulislah!

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Mei 14, 2014, in Resensi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: