Catatan Rapat Naskah ”Menjawab Tragedi Nol Buku”


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

GAYENG: Much. Khoiri (kiri) berdiskusi dengan Rukin Firda dan Hartoko (kanan).  (Foto: mustprast/Jowo Pas)

GAYENG: Much. Khoiri (kiri) berdiskusi dengan Rukin Firda dan Hartoko (kanan). (Foto: mustprast/Jowo Pas)

Senin sore (14/4) Surabaya diguyur hujan deras. Tanda-tanda langit akan menangis sebenarnya sudah terlihat sejak pagi, ketika saya bersilaturahmi ke kantor ICMI Jatim. Setelah shalat Asar, saya bergegas mampir sebentar ke agen koran langganan di kawasan Ketintang. Saya menyambar harian Bali Post.

Saya memang berlangganan secara eceran surat kabar itu untuk mengetahui perkembangan informasi di Pulau Dewata. Mungkin tempat tersebut satu-satunya agen yang menjual Bali Post. Yang mengejutkan, agen ini mulai kemarin menjual harian Media Indonesia. Di Surabaya, agen yang menyediakan koran ini bisa dihitung dengan jari. Sebab, untuk kawasan Jatim, koran milik Media Group ini kurang laku lantaran sulit menembus hegemoni Jawa Pos, Surya, Kompas, dan Sindo.

Dari situ, saya langsung menuju Graha Pena lantai dua karena ada janji rapat dengan para penulis buku literasi jilid kedua yang digagas alumni Unesa. Tidak semua bisa datang memang karena ada yang berdomisili atau tinggal di Jakarta, Tuban, Gresik, Leeds, Melbourne, Lamongan, dan Jambangan.

Sebagian lagi telah mengabari berhalangan hadir karena tugas, periksa kesehatan, menerima tamu penting, dan aktivitas mengajar. Di luar dugaan, ternyata rapat buku literasi ini dihadiri banyak penulis dan berlangsung heboh. Wartawan senior Jawa Pos, Rukin Firda, ikut cangkruk setelah menembus hujan dari rumahnya di Sidoarjo.

Ada beberapa kesepakatan yang dicapai dalam rapat yang ditemani capucino khas A. Yani 88 itu. Yang pertama adalah judul buku. Semuanya satu suara soal subjudul Menjawab Tragedi Nol Buku.

”Ini subjudul yang nendang!” seru Cak Sha –sapaan Mas Hartoko– sembari mengudap lumpia.

”Seksi…” sambut Pak Rukin.

”Jos,” jawab Pak Khoiri dengan logat Madiun yang kental.

”Baik, saya catat ya, Pak. Capucino tiga dan lumpia satu porsi,” ucap seorang pramusaji ikut-ikutan bersemangat.

Perdebatan mulai memanas ketika mengupas masalah judul utama. Sampai-sampai tempat duduk di sebelah barat senyap. Sebab, memang tidak ada pengunjung yang duduk di situ. Awalnya disepakati judul Bom Literasi, lalu difinalkan menjadi Boom..! Literasi yang disimbolkan sebagai hasil ledakan yang dahsyat. Nuansa simpel dengan gambar bom yang sumbunya tengah memercikkan api di sampul depan diharapkan memperkuat nuansa gerakan literasi.

Kesepakatan kedua tentang patungan. Dengan mempertimbangkan halaman (200-an halaman) dan spesifikasi buku (kertas book paper, soft cover, dll), disepakati bahwa tiap penulis patungan Rp 400 ribu. Apabila ada donatur yang berniat menyumbangkan sebagian rezekinya bagi penerbitan buku ini, pintu dibuka seluas-luasnya.

Untuk edisi awal ini, buku akan dicetak sebanyak 300 eksemplar terlebih dahulu. Masing-masing penulis akan mendapatkan hak bukti terbit sebanyak tujuh eksemplar. Rinciannya, di antara 300 eksemplar tersebut, jatah penulis total 112 buku dan sisanya (178 buah) akan dijual.

Terkait penjualan ini, ada dua target yang hendak dicapai. Yakni, target pencitraan dan target keuntungan. Untuk target pencitraan, disiapkan 50 eksemplar buku yang akan didistribusikan ke lima toko buku Togamas di Surabaya. Untuk target keuntungan, sisa buku yang ada akan dijual lewat kegiatan seminar-seminar literasi.

Direncanakan akan dilakukan road show literasi, baik di lingkungan kampus Unesa maupun di luar Unesa secara nasional. Diharapkan buku ini bisa membawa kesadaran akan pentingnya melek keberaksaraan bagi masyarakat umum.

Soft launching buku ini akan dihelat ketika momen Hardiknas dan Harkitnas, yakni Senin, 15 Mei 2014. Kami memperoleh informasi bahwa jurusan bahasa Inggris Unesa berminat menjadi tuan rumah bedah buku ini. Atau ada jurusan lain yang siap menjadi tuan rumah pertama apabila jurusan bahasa Inggris tak kunjung boom?

Sidoarjo, 15 April 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 14, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: