Setelah Sekian Lama Golput, Akhirnya Saya Ikut Mencoblos di Pileg 2014


Tjatatan Must Prast

Klub Baca Buku IGI

Setelah absen di pemilu 1999, 2004, dan 2009, saya memutuskan untuk tidak lagi menjadi golput. Saya sangat antusias dengan pemilu kali ini. Bukan karena saya mengenal baik ketua KPU, tapi lantaran ditawari menjadi tim sukses Joko Widodo. Eh, maaf bukan itu, maksudnya pemilu 2014 harus jadi momentum Indonesia lebih baik lima tahun ke depan.

Saya sadar bahwa satu suara itu bisa menentukan nasib bangsa ini. Pada pemilu 2009, angka golput lebih banyak ketimbang pemilih. Akibatnya, banyak wakil rakyat yang terpilih justru satu per satu jadi pesakitan di pengadilan tipikor.

Maka, tadi malam saya memutuskan untuk ikut mencoblos dalam pemilu legislatif tahun ini. Nama saya terdaftar di TPS 13 di kompleks perumahan kami tinggal. Karena sangat antusias, pagi-pagi sekali saya meminta nyonya untuk menyetrika sarung, eh seragam dinas. Sebab, selain akan menjadi peserta pesta demokrasi ini, saya mesti melakukan liputan khusus pemilu legislatif.

Setelah menyerahkan kartu tanda peserta pemilu ke panitia, saya dipersilakan duduk sembari menunggu warga lain selesai mencoblos. Setelah tiba giliran, saya menerima empat kertas ukuran jumbo yang akan dicoblos di bilik pemilihan suara. Keempatnya menentukan wakil rakyat di DPR, DPD, DPRD tingkat 1 (provinsi), dan DPRD tingkat 2 (kabupaten/kota).

Saya menemukan kesalahan cetak pada kertas coblosan untuk pemilihan DPR, DPRD tingkat 1, dan DPRD tingkat 2. Di situ tertulis bahwa Partai Bulan Bintang (PBB) berada di urutan ke-14 dan PKPI di posisi ke-15. Ini keliru. Sebab, parpol peserta pemilu (kecuali di Nanggroe Aceh Darussalam) hanya 12. Seharusnya PBB ada di urutan ke-11, sedangkan PKPI ke-12.

Untuk kertas coblosan DPD, isinya hanya foto dan nama calon anggota DPD. Dan tentu saja nama partai yang mengusung mereka.

Saya mulai meneliti satu per satu nama parpol dan nama-nama calon anggota legislatif. Hati saya masih ragu saat itu. Ragu apakah mereka-mereka ini kelak bisa amanah? Jika sampai salah pilih, saya akan merasa bersalah dan tidak amanah sebagai pemilih. Lagi pula, ini bukan urusan beli kucing dalam karung. Kita harus mengenal betul caleg yang akan mewakili aspirasi kita.

Sembari menenangkan diri, saya membaca bismillah. Semoga kali ini saya tidak keliru mencoblos. Alhamdulillah, saya akhirnya bisa menemukan gambar yang tepat untuk saya coblos. Yakni, logo KPU.

Sidoarjo, 9 April 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on April 9, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sudah tiga kali pemilu, saya baru dua kali pemilu golput…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: