Jangan Mundur Wagiman!


Catatan Must Prast

Wagiman jelas bisa disejajarkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).  Prestasi Wagiman pun mentereng. Levelnya internasional. Siapa dia? Doi adalah Tri Rismaharini.

Betul, ia adalah wali kota Surabaya. Dia mendapat sebutan Wagiman atau kependekan dari wali kota gila taman. Julukan ini bukan kebetulan. Risma –sapaan Tri Rismaharini–  sejak menjabat kepala DKP dan Bappeko memang getol mengubah wajah Surabaya menjadi lebih asri.

Targetnya, Kota Pahlawan memiliki banyak ruang terbuka hijau (RTH) melalui pembangunan taman-taman kota. Hasil kerja Risma yang masyhur adalah Taman Bungkul.

Saat saya masih kuliah di IKIP Surabaya, Taman Bungkul hanyalah  taman biasa. Di situ dulu memang sering dikunjungi orang yang berziarah ke makam Sunan Bungkul. Saat ini Taman Bungkul disulap menjadi taman keluarga yang juga sering menjadi jujukan para pegiat lingkungan dan ecotransport.

Sejak ditangani Risma, Surabaya kerap merebut penghargaan internasional. Sebagai warga Surabaya, saya pun menjadi saksi bahwa jauh sebelum Jokowi sering blusukan, Risma sudah melakukannya sejak menjabat kepala DKP Surabaya.

Risma pun pernah dijuluki pemimpin koboi lantaran tak kenal kata takut dan tidak gila liputan. Ia kerap blusukan dengan spontanitas tanpa agenda yang direncanakan lebih dahulu. Yang paling membekas di ingatan saya adalah saat Risma menantang para Bonek (suporter Persebaya Surabaya) yang membuat macet di tol Tandes. Risma membubarkan Bonek dengan gagah berani tanpa pengawalan protokoler ketat.

Sepekan terakhir, Kota Pahlawan diterpa isu rencana mundurnya Risma. Ia pun diundang Najwa Shihab ke acara Mata Najwa dengan tajuk Blak-blakan dengan Risma. Di situ Risma menangis. Seakan-akan menguatkan rumor tersebut.

Isu itu konon dipicu pemilihan Wakil Wali Kota Surabaya Wishnu Sakti Buana yang tidak melibatkan Risma., Jika kabar mundurnya Risma benar, masyarakat Surabaya bakal kehilangan wali kota yang tanggap, tanggon, dan trengginas.

Saya pribadi pun menyayangkan apabila Wagiman mundur. Air matanya di Mata Najwa tampak tulus dan A1. Namun, ada sisi positif yang saya lihat di situ. Yakni, Risma tampak memesona di depan kamera.

Sidoarjo, 12 Februari 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Februari 18, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kepada mereka kita berharap negara ini dipimpin.
    #gubernurDKI #wakilgubernurDKI #walikotaSBY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: