Kemampuan Bertanya


Tjatatan Must Prast

Siapa bilang bertanya itu mudah? Menurut saya, bertanya itu membutuhkan keterampilan tersendiri. Dan hal ini seharusnya sudah dilatih sejak bangku sekolah tingkat dasar.

Jika guru besar ITB Prof Iwan Pranoto memandang bahwa Indonesia harus mampu melahirkan generasi bernalar, bukan generasi menghafal, maka kemampuan bernalar tersebut akan berkorelasi dengan kemampuan bertanya.

Ini penting. Mengapa? Sebab, saya gemas sekali kalau melihat reporter TV yang kerap melontarkan pertanyaan ora mutu yang menghasilkan jawaban yang datar-datar saja.

Awal Januari 2013, Ahmad Rizali pernah menulis soal bertanya ini. Saya kira tulisannya tersebut masih relevan dengan kondisi sekarang. Salah satu yang saya ingat adalah sindirannya untuk sistem pendidikan kita yang tidak mampu membuat anak-anak berani bertanya.

Bagaimana bisa bertanya jika gurunya intimidatif. Belum lagi si murid akan melawan paradigma sesat bahwa bertanya itu identik dengan bodoh. Mungkin si jurnalis tadi adalah salah satu produk tadi.

Sidoarjo, 26 Januari 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 26, 2014, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: