Mantan Calon OB Microsoft


Tjatatan Must Prast

Seorang pemuda datang ke kantor Microsoft. Ia bermaksud melamar pekerjaan sebagai office boy (OB) berdasar informasi lowongan yang dibacanya di surat kabar. Saat wawancara dengan kepala HRD, ia ditanya apakah punya surel (e-mail).

Pemuda tersebut mengaku tidak punya. Sang pimpinan HRD menolaknya secara halus karena memiliki surel adalah salah satu syarat untuk melamar pekerjaan sebagai OB di situ. Laki-laki itu lantas keluar dengan raut kecewa.

Di kantongnya hanya ada uang 10 dolar. Ketika hendak pulang, ia menyempatkan membeli tomat dan lantas menjualnya kepada orang yang ditemuinya di jalan. Tomat itu habis dan memberinya keuntungan.

Keesokan hari ia membeli tomat lagi dan menjualnya dari rumah ke rumah. Habis lagi. Semakin hari dagangannya semakin laris. Keuntungannya berlipat-lipat. Hingga akhirnya ia punya gerai tomat sendiri dan membeli truk sebagai moda transportasi pengantar tomat ke para pelanggannya.

Betul, ia telah menjadi pengusaha. Suatu saat datang seorang konsultan bisnis ke perusahaannya. Ia menanyakan apakah sang bos punya surel. Ia menjawab tidak punya. ”Kalau punya e-mail, aku sekarang sudah menjadi office boy di Microsoft,” lanjut pengusaha itu.

*****

Kita mungkin pernah kecewa saat sesuatu yang diharapkan belum terwujud. Dari kisah tadi, kita bisa belajar mengonversi kekecewaan dengan membangun optimisme dan kreativitas.

Tak jarang pula kita menyudutkan Allah yang dianggap abai terhadap doa atau permohonan kita. Kita sering lupa bahwa sesungguhnya Allah tidaklah memberi ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Kita juga tidak sadar bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya. Bukankah Dia menegaskan bahwa di dalam kesulitan itu terdapat kemudahan. Maka, apabila kita mau mengambil hikmahnya, sesungguhnya keberhasilan itu amat dekat dengan orang-orang yang mau berusaha keras dan kreatif. Insya Allah.

Sidoarjo, 25 Januari 2014

(menjelang berangkat ke Kota Serabi)

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 24, 2014, in Refleksi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: