Cerai atau Tanam Pohon


Tjatatan Must

Prast

Jawa Timur menempati posisi kedua sebagai provinsi dengan angka perceraian tertinggi. Tempat teratas diduduki Jawa Barat. Sebagaimana dikutip dari Antara, Badan Peradilan Agama MA pada 2010 menyebut ada 33.684 kasus perceraian di Jawa Barat dan 21.324 di Jawa Timur. Sementara peringkat ketiga adalah Jawa Tengah dengan 12.019 kasus perceraian.

Penyebabnya, antara lain, alasan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan perselingkuhan. Malang menjadi daerah yang angka perceraiannya tertinggi di Jawa Timur. Malang Post menyebut, pada Oktober 2013 saja angkanya mencapai 6.369 kasus.  

Angka gugat cerai (dari pihak perempuan) lebih banyak ketimbang cerai talak. Hal ini memperkuat data bahwa faktor penyebab perceraian adalah perselingkuhan. Mungkin kita masih ingat berita tentang banyaknya PNS yang berselingkuh di Jawa Timur beberapa waktu silam.

Terkait perceraian ini, Pemkab Banyuwangi punya cara lain. Kasus cerai di kabupaten tempat budaya Osing ini cukup tinggi. Nah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anar akan menetapkan peraturan yang mewajibkan pasangan cerai untuk menanam tujuh pohon trembesi.

Tindakan itu diambil sebagai kampanye zakat oksigen di Banyuwangi sekaligus upaya pelestarian lingkungan. Bupati buru-buru menegaskan bahwa peraturan ini bukan untuk memberatkan pasangan karena hal serupa akan diterapkan pada perizinan pembangunan perusahaan dan sekolah.

Sidoarjo, 23 Januari 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 23, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: