Media Tidak Adil


Tjatatan Must Prast

Klub Bloger IGI

Jakarta dikepung banjir. Inilah tema yang mewarnai berbagai media elektronik di tanah air selama beberapa hari. Mulai pagi, siang, sore, hingga malam hari hampir selalu ada reportase tentang kawasan di ibu kota yang kebanjiran.

Ketinggian air di Bendungan Katulampa nyaris selalu menghiasi laporan langsung itu. Ini sepertinya belum cukup. Talk show pun tak ketinggalan membahas banjir di DKI. Tokoh publik, pakar, sampai politisi didatangkan ke studio.

Tak ada yang keliru, namun porsinya menjadi berlebihan. Padahal, bencana saat ini juga terjadi di Sumatera Utara. Banyak pengungsi dari Kabupaten Karo yang menderita. Letusan Gunung Sinabung belum berhenti. Tapi, porsi pemberitaannya harus mengalah dulu pada warta banjir di Jakarta.

Musim hujan pada awal tahun ini memang jos gandos. Nikmat Tuhan yang tak terbantahkan ini seolah mengucur deras. Sederas-derasnya. Di beberapa daerah, hujan dengan intensitas amat tinggi mengakibatkan banjir. Wilayah tersebut di antaranya ialah Riau, daerah di sekitar Sungai Bengawan Solo seperti Lamongan dan Bojonegoro, dan DKI Jakarta.

Yang terbaru, kemarin (15/1) banjir bandang menyerbu Manado, Sulawesi Utara. Beberapa warga dilaporkan tewas. Sampai di sini pun berita tentang banjir di ibu kota masih mendapat porsi pemberitaannya yang berlebihan.

Bagaimanapun hujan adalah karunia Tuhan. Persoalannya, jika terjadi banjir karena hujan lebat, amat tidak bijak apabila kita justru bersikap seolah menolak nikmat tersebut seperti mengalihkan atau mengurangi potensi hujan.

Masalah banjir tentu tidak lepas dari kecerobohan manusia itu sendiri. Ketika butuh resapan, kita justru membangun hutan pencakar langit. Sawah hijau sulit didapati di ibu kota lantaran sudah menjadi mal-mal megah dan bangunan lain.

Di sinilah sebenarnya fungsi media dibutuhkan. Media mesti bisa menjadi penyambung suara masyarakat. Namun, porsinya tetap harus seimbang. Tidak menjadi berlebihan seperti pemberitaan banjir di ibu kota saat ini.

Surabaya, 16 Januari 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 17, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: