Ketika Sang Istri Tambah Gendut


Tjatatan Must Prast

Klub Bloger IGI

Sepulang dari Kodikal sore itu, saya langsung bablas ke Kota Batu. Saya bermalam di rumah bude karena keesokan hari ada acara di Selecta. Saya sempat melihat-lihat foto-foto jadul milik pakde dan bude.

Busyet dah, pada masa mudanya bude cakep bangat. Tubuhnya lencir. Pantas saja jika pakde kesengsem sama beliau. Itu foto diambil tahun 1975. Masih hitam putih dan sudah kusam. Jauh dengan keadaan sekarang, tubuh bude mirip tokoh dalam film Big Momma’s House yang diperankan oleh Martin Lawrence (aktingnya di film ini tak kalah ciamsor dengan perannya di film Bad Boy bersama Will Smith).  

Pernah nonton Big Momma’s House kan? Intinya, film aksi-komedi ini bercerita tentang agen FBI Malcolm Turner (diperankan Martin Lawrence) yang menyaru sebagai Hattie Mae Pierce alias Big Momma. Malcolm bertugas membongkar kejahatan yang dilakukan pacar Sherry Pierce (keponakan Big Momma) yang bernama Lester.

Yoi, badan bude saat ini amat sterek dan lengan khas perempuan paro baya: sekel. Hal ini berhubungan dengan cerita salah satu kawan saya yang pernah curhat mengenai bininya. Katanya, sang nyonya tubuhnya tambah melar sejak ikut KB. Wakakak!

”Apa wanita jelang 40 tahun selalu gitu ya siklusnya?” ucapnya. Tuh, ibu-ibu yang saya hormati, begitulah kelakuan bapak-bapak di luar. Ada yang suka ngrasani istrinya. Saya pikir, memangnya kenapa sih kalau para istri bertubuh subur? Ini kan pertanda diopeni alias simbol kemakmuran. Yang penting sehat.

Ibu-ibu yang saya hormati, laki-laki memang akeh karepe alias banyak maunya. Kadang mau menang sendiri dan sedikit egois. Berat badan istri cuma nambah tujuh kilo saja, suami sudah mengeluh.

Tapi ini agaknya tak bisa dianggap sepele. Sebab, ada seorang ibu guru yang rela ikut senam dan diet demi menurunkan berat badan. Ia mengaku melakukannya demi sang suami. Saya pikir, pasti banyak yang seperti beliau.

Namun, saya salut sama pakde. Cinta beliau kepada bude tidak berkurang sama sekali meski bude saat ini sudah menjadi big momma. Ini teladan buat saya yang masih muda. Nyonya saya seorang guru dan saya merasa ia punya peluang besar menjadi big momma. Soalnya,  tiap insentifnya cair, saya perhatikan berat badannya nambah.

Akhirul kalam, mari kita renungkan kembali kalimat bijak ini: Big is beautiful. Yang penting, tetap jaga kesehatan serta posisi suami tetap di atas agar lebih aman dan dada tidak sesak.

Sidoarjo, 9 Januari 2014

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Januari 10, 2014, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: