Geng Motor Berulah (Brutal) Lagi?


Tjatatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Sersan Karbol Andik Wahyu (kanan) semasa hidup. (Sumber: sindonews.com)

Sersan Karbol Andik Wahyu (kanan) semasa hidup. (Sumber: sindonews.com)

Malam itu saya beristirahat di kantor surat kabar Bandung Ekspres, Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Jam sudah menunjukkan pukul 21.30. Persis di depan kantor kebetulan ada minimarket. Saya memesan kopi dan sempat ngobrol dengan beberapa teman jurnalis di situ.

Temanya seputar aksi geng motor yang dianggap meresahkan masyarakat Bandung dan sekitarnya. Masalah ini cukup serius karena aksi mereka terkadang merugikan warga. Misalnya, balap liar, tawuran sesama geng motor, dan perusakan fasilitas umum.

 Seorang pramuniaga minimarket di kantor Bandung Ekspres menceritakan, tokonya tutup pukul 23.00. Tidak 24 jam. Alasannya, pihak pengelola minimarket tersebut takut tokonya menjadi sasaran aksi geng motor.

Saat saya tanya apakah pernah ada gangguan dari salah satu geng motor setempat, si pramuniaga menjawab pernah. Salah satunya adalah aksi palak alias meminta uang. Ini sama saja dengan perampokan!

Saya sempat membisiki seorang kawan wartawan muda untuk mem-blow up berita geng motor ini. Saya yakin, tidak semua geng motor di Bandung itu meresahkan. Namun, saat ini semua seperti karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Yang terbaru, seorang anggota karbol (taruna) Akademi Angkatan Udara (AAU) tewas setelah ditikam pengendara motor tak dikenal di flyover Pasupati, Bandung. Sersan Taruna Wahyu Andik Hermawan, 21, akhirnya mengembuskan napas terakhir karena luka tusuk di dada.

Diperoleh informasi, Andik saat itu hendak mengantarkan kakak perempuannya, Yonita Nurhayati, ke sebuah travel untuk pulang ke Jakarta pada Senin dini hari (23/12). Keduanya dipepet pengendara motor yang diduga lebih dari satu orang. Para pelaku yang diperkirakan merupakan anggota geng motor itu lantas menusuk Andik di bagian dada dan leher.

Andik akhirnya dibawa ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Namun, nyawanya tak tertolong. Informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber menyebutkan, para pelaku diduga hendak melakukan perampasan dengan kekerasan. Tapi, korban sempat melakukan perlawanan sehingga dia ditusuk pelaku.

Polda Jabar yang bekerja sama dengan TNI saat ini masih mengejar para pelaku. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta kepolisian setempat menjaga beberapa titik rawan di Kota Kembang. Ia mengakui, terkadang ada aksi meresahkan yang terjadi, termasuk yang dilakukan geng motor.

Saya kira, terlepas apakah pelakunya anggota geng motor atau bukan, Pemkot Bandung dan aparat keamanan setempat harus bertindak tegas. Razia keamanan memang harus ditingkatkan terutama pada malam dan dini hari.

Soal geng motor, tampaknya Pemkot Bandung perlu mewadahi mereka dengan kegiatan-kegiatan positif. Geng motor setempat sebaiknya didata dan digandeng dalam agenda tertentu seperti aktivitas sosial dan lomba modifikasi motor.

Apabila ada geng motor yang meresahkan, aparat harus berani bertindak represif. Jangan menunggu ada warga lain yang tewas karena ditusuk atau lebih banyak minimarket yang dirampok oleh oknum geng motor. Kalau perlu, siapkan sniper-sniper terbaik. Tembak anunya!

Sidoarjo, 24 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 24, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: