Arogansi Pak Bupati


Tjatatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Marianus Sae, bupati Ngada, NTT. (Sumber: metrotvnews.com)

Marianus Sae, bupati Ngada, NTT. (Sumber: metrotvnews.com)

Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies Baswedan sudah ditunggu rapat penting sore itu di sebuah hotel bintang lima. Sementara dia masih terjebak macet di salah satu jalan protokol. Tak mau terlambat, dia turun dari mobilnya dan menyuruh sopirnya melanjutkan perjalanan ke lokasi rapat. Anies lantas memutuskan naik ojek dan segera memakai helm berkaca pelangi.

Setiba di hotel, dia meminta si tukang ojek melajukan sepeda motornya ke depan pintu lobi. Petugas keamanan yang melihat itu buru-buru mencegat. Ia meminta tukang ojek yang membawa Anies Baswedan kembali dan berhenti di luar hotel lantaran sepeda motor tidak boleh lewat di depan lobi hotel.

Anies memberikan kode kepada tukang ojek untuk menuruti perintah satpam tersebut. Setelah membayar ongkos ojek, Anies berjalan kaki menuju lobi hotel. Satpam yang tadi mengusir si tukang ojek terperanjat. Ia lantas meminta maaf kepada Anies. ”Maaf Pak, saya tidak tahu jika tadi itu adalah Bapak,” ucap petugas sekuriti itu. Anies tersenyum dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bagi dia, sang satpam telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Anies sama sekali tidak terlihat arogan. Berbeda halnya dengan Marianus Sae. Bupati Ngada, NTT, itu membikin heboh Indonesia pada Sabtu, 21 Desember 2013. Ia memerintahkan Satpol PP Kabupaten Ngada untuk memblokade Bandara Toralelo Soa Sabtu lalu (21/12).

Gara-garanya, Pak Bupati tidak mendapat tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines tujuan Kupang-Bajawa. Dikutip dari Tribunnews.com, Marianus mengatakan harus menghadiri dua agenda penting di Kupang dan Bajawa yang tidak bisa diwakili. Menurut dia, satu-satunya jalan adalah naik pesawat Merpati.

Marianus sempat memesan, tapi tiket sudah habis. Ia mengaku sampai memohon-mohon kepada petugas tiket Merpati, namun tidak dikabulkan karena memang tiket tidak ada karena ludes. Tidak terima, Marianus menginstruksi para petugas Satpol PP Ngada untuk menutup bandara. ”Padahal, saya harus menghadiri rapat penting penetapan APBD 2014 di DPRD,” ucapnya (Tribunnews.com, 22/12).

Tindakan Marianus tersebut pun menuai reaksi. Sebagian kalangan menilai bahwa perintah bupati Ngada itu bisa membahayakan keselamatan orang lain. Paul Sinlaeloe dari Pusat Advokasi dan Informasi Rakyat (PIAR) NTT termasuk yang mengecam keras sikap Pak Bupati tersebut.

Paul malah menyamakan tindakan sang bupati seperti teroris. ”Memblokir bandara hanya bisa dilakukan oleh teroris. Bupati harus memahami aturan bandara sipil dan penerbangan sipil dalam kaitannya dengan pelayanan publik. Kalau bupati menggerakkan pol PP untuk memblokir bandara, itu perbuatan melawan hukum yang bisa dikategorikan teror,” kata Paul (Kompas, 22/12).

Tampaknya, kasus Marianus Sae ini bakal berbuntut panjang. Apa pun dalih yang ia kemukakan, tindakannya jelas bisa merugikan orang lain. Arogansi yang dia tunjukkan seolah menunjukkan potret sebagian pemimpin di negeri ini. Kita tentu belum lupa insiden pimpinan Ombudsman RI yang terbukti menampar seorang petugas bandara.

Tahun 2014 tidak lama lagi menyapa kita. Inilah tahun yang disebut-sebut pesta demokrasi rakyat karena adanya penyelenggaraan pemilu legislatif  dan pemilu presiden. Semoga rakyat semakin cerdas dalam memilih para calon pemimpinnya. Selain harus amanah, si pemimpin tidak boleh mudah bersikap arogan dengan kekuasaan yang ia miliki.

Sidoarjo, 23 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 23, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: