Dukungan untuk Adit


Tjatatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Adit Ginting saat dirawat di rumah sakit. (Foto: sindonews.com)

Adit Ginting saat dirawat di rumah sakit. (Foto: sindonews.com)

Kondisi Raditya Atmaja Ginting atau Adit, 7, membuat hati siapa pun pasti tersentuh. Bocah laki-laki itu ditemukan dalam keadaan kurus kering dan penuh luka bekas siksaan di perkebunan kelapa sawit PTPN V Tandun, Riau, pada 22 Desember 2013.

Ia menderita luka parah di punggung. Bibirnya robek, lidahnya catu (luka), dan terdapat luka bakar di bagian tubuh belakang. Ia kini dirawat di RSUD Bangkinang Kampar. Dokter mengatakan bahwa Adit mengalami luka di hampir sekujur tubuhnya.

Hal ini juga diakui Adit kepada orang yang kali pertama menemukannya. Ia dibuang ke kebun sawit oleh ibu tiri dan bapak kandungnya setelah disiksa dengan benda tumpul dan benda tajam. Melihat badannya yang kerempeng, sangat mungkin Adit juga tidak begitu diperhatikan dalam hal makan oleh ibu tirinya.

Ervina, si ibu tiri, dan Surya Atmaja, ayah kandung korban, sudah dibekuk aparat Polres Kampar. Ervina mengaku tega berbuat sadis seperti itu lantaran Adit dianggap sangat nakal. Adit sendiri diketahui tinggal bersama ibu tirinya sejak April 2012.

Malam ini saya berkoordinasi dengan kawan-kawan jurnalis dan komunitas penulis di Riau untuk memberikan bantuan serta dukungan kepada Raditya Ginting. Sebab, sungguh saat melihat foto terakhir kondisi Adit di rumah sakit setempat, saya mbrebes mili. Saya bisa membayangkan beratnya siksaan fisik yang diterima bocah ingusan itu.

Saya yakin ini bukan soal stereotip bahwa ibu tiri itu kejam. Sebab, ada pula ibu kandung yang tega menganiaya anaknya sendiri. Ini masalah ada atau tidaknya rasa kemanusiaan pada orang tua yang terlibat kasus penganiayaan tersebut.

Kami juga mengetuk hati para orang tua dan pendidik untuk memberikan dukungan moral atas kasus ini. Semoga Adit mampu lepas dari trauma yang menderanya. Saya pun berharap agar dia tidak menggubah pepatah baru: ”Sekejam-kejamnya ibu kota, masih lebih kejam ibu tiri.”

Sidoarjo, 22 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 22, 2013, in Catatan Harian. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Sabar sayang , kamu anak istimewa Allah kan beri kekuatan yg lebih untukmu. Allah bersamamu sayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: