Kematian Mita Diran


Tjatatan Eko Prasetyo

Klub Bloger IGI

Mendiang Mita Diran (sumber: tempo.co)

Mendiang Mita Diran (sumber: tempo.co)

Saya masih ingat betul dengan berita Li Yuan, 24 tahun, karyawan sebuah biro iklan di Tiongkok. Dia tewas terkena serangan jantung pada 14 Mei 2013. Namun, pemicunya adalah korban bekerja sampai lembur secara terus-menerus hingga satu bulan. Ia baru pulang larut malam tiap hari.

Kasus kerja gila yang memicu kematian juga terjadi di Indonesia. Pada 15 Desember lalu, publik dibikin heboh karena meninggalnya Mita Diran, 28 tahun. Copy writer di perusahaan agensi Y&R Indonesia itu diduga wafat karena terlalu letih bekerja.

Status terakhir Mita di akun Twitter miliknya (@mitdog) menguatkan hal tersebut. Pada 14 Desember 2013, ia sempat menulis: 30 hours working and still going strooong. Ahad, 15 Desember, Mita mengembuskan napas terakhir di RS Pusat Pertamina, Jakarta.

Media-media online pun gencar memberitakan kasus kematian Mita. Diduga Mita mengonsumsi minuman berenergi secara berlebihan untuk menjaga stamina saat bekerja. Hal ini dibuktikan dengan salah satu tweet-nya di Twitter. Sebagaimana dikutip dari Tempo (16/12), apabila minuman berenergi yang mengandung kafein tersebut dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya bisa kurang baik terutama bagi jantung.

Wafatnya Mita Diran ini menjadi semacam peringatan bagi siapa pun. Bahwa kita harus adil terhadap tubuh sendiri. Bekerja itu penting, tapi istirahat tidak boleh diabaikan.

Kasus Mita ini mengingatkan saya pada pengalaman pribadi ketika mengisi kegiatan blog untuk guru di Bojonegoro pada Mei lalu. Saat itu saya belum sempat tidur sepulang kerja di Jawa Pos pukul 01.00. Saya pikir tanggung kalau istirahat karena pukul 05.00 saya harus segera berangkat ke Bojonegoro. Ini mengingat pelatihannya dihelat pukul 09.00.

Jelas ini merupakan keputusan gegabah. Sebab, sebenarnya satu hari sebelum keberangkatan ke Bojonegoro, saya malah sulit tidur. Saya berangkat bersama Herfiki Setiono, instruktur blog dan progamer yang juga jebolan Unesa naik motor. Kami pulang pergi naik sepeda motor.

Begitu menginjak Lamongan, saya mampir ke sebuah minimarket untuk beli minuman berenergi. Selama perjalanan mata saya mengantuk sekali. Untunglah kami sampai di Bojonegoro dengan selamat.

Kami pulang diiringi hujan deras di Bojonegoro hingga Babat, Lamongan. Saya kembali membeli minuman berenergi di Kota Lamongan untuk menambah stamina. Kami melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Apesnya, sesampai Gresik ban motor kami bocor. Hikmahnya, saya bisa istirahat sejenak sambil menanti tukang tambal ban bekerja.

Setelah mengantarkan Herfiki ke rumahnya di kawasan Trosobo, saya langsung pulang dan izin tidak bekerja. Alhamdulillah, saya sampai dengan selamat di rumah sekitar pukul 19.30. Setelah mandi dan salat Isya, dada rasanya sesak. Begitu merebahkan diri di kasur, saya langsung tidur. Sebelumnya, saya berpesan kepada nyonya untuk mematikan ponsel saya dan tidak menerima tamu.

Pekerjaan saya berkutat pada dunia tulis-menulis. Saya pikir, menulis jauh lebih melelahkan ketimbang bekerja kasar seperti mencangkul sawah atau memanggul beras seberat 50 kilogram. Sebab, menulis sangat menguras pikiran. Apabila tekanannya tinggi (lantaran dikejar deadline), akibatnya bisa stres, bahkan depresi berat.

Dalam suatu kesempatan, saya pernah menulis serta menyunting berita-berita dan artikel untuk sebuah media secara nonstop selama lima jam. Capeknya bukan main. Kepala pening, jantung berdetak lebih cepat. Maka, saya bisa memahami bagaimana keletihan hebat yang mendera Mita.

Saya adalah seorang yang gila kerja dan saat itu tengah bekerja gila. Untungnya, kelelahan yang luar biasa masih bisa mengajak saya berpikir waras untuk segera istirahat. Kerja yang gila-gilaan ini pula yang pernah menghantam liver saya.

Saya turut berduka atas meninggalnya Mita Diran. Duka ini sangat mendalam. Namun, di balik itu semua, saya bersyukur ada reminder yang memberikan peringatan bahwa tubuh juga butuh istirahat. Jika robot saja butuh pemeliharaan, apalagi manusia. Semoga kasus Mita Diran ini adalah yang terakhir.

Sidoarjo, 21 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 20, 2013, in Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: