Gairah Pena Alumni (7)


Tjatatan Eko Prasetyo

Rois Abidin baru pulang dari lawatannya ke Jerman. Ia mengunjungi dua kota, yakni Stuttgart dan Leipzig. Di sana ia berkempatan mengunjungi pabrik produsen mobil yang bereputasi dunia: Porsche.

Bujangan yang berusia 25 tahun asli Blitar itu bertandang ke Jerman sebagai hadiah kemenangannya dalam kontes desain decal yang diadakan Porsche. Pemuda tampan tersebut memang dikenal di jagat desain grafis.

Pada 2009 ia diundang Kick Andy setelah menyabet gelar Double Winner Black Inovation Award di tahun yang sama. Ia pernah masuk dalam deretan Top 300 World Designer dalam lomba logo hak asasi manusia yang diikuti para desainer dari seluruh dunia. Termasuk sederet prestasi mentereng lainnya di bidang desain.

Tanpa ba-bi-bu, saya langsung menyeret asisten dosen jurusan pendidikan seni rupa Unesa tersebut untuk bergabung di proyek buku Pena Alumni, Membangun Unesa Melalui Budaya Literasi. Ia pun menyanggupi dan mewakili jurusan pendidikan seni rupa FBS Unesa.

Sebenarnya, ada satu dosen senior seni rupa Unesa yang saya incar untuk ikut menulis. Ia adalah Djuli Djatiprambudi, pengasuh rubrik Catatan Lidah di majalah Unesa. Saya menyukai rubrik yang mirip Catatan Pinggir-nya majalah Tempo itu. Sayangnya, seniman nyentrik tersebut tidak aktif di milis alumni IKIP Surabaya.

Harapan besar pun tergantung di pundak Rois. Ia menuliskan pengalamannya sowan ke Jerman dan mengaitkannya dengan budaya literasi. Tidak hanya menodongnya untuk menulis, saya pun meminta tolong Rois membuatkan desain sampul buku Pena Alumni.

Saya meminta Fafi Inayatillah, mahasiswa S-3 Unesa dan tim penulis Pena Alumni, untuk menghubungi Rois. ”Kalau bisa, gratis ya,” pesan saya kepada Fafi. Ini jelas sembrono. Saya dengar kabar bahwa honor Rois untuk mendesain logo dan sampul bisa selangit. Edan betul, desainer bereputasi dunia disuruh nulis dan bikin kover buku dengan biaya gratis. Sori, yang minta kan bukan saya, tapi Fafi. Wakakak, kaabuuuuuuurrrrrr….!

Sidoarjo, 20 Desember 2013

About Eko Prasetyo

Mari Beramal lewat Ilmu

Posted on Desember 20, 2013, in budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: